Sentil Politik, Jenggala Menggeram di Nomor “Berburu Citra”

Citra berpolitik yang sering wara-wiri di layar televisi, media sosial, mau pun di dunia nyata kerap kali menjenuhkan. Para politikus itu saling berlomba bahkan tak jarang menjatuhkan satu sama lain untuk mendapat perhatian dari rakyat banyak. Hal itu pula yang menjadi perhatian unit rock asal kota kembang bernama Jenggala yang beberapa waktu ke belakang melepas nomor tunggal keduanya bertajuk “Berburu Citra.”

Lewat suguhan musik rock nyerempet heavy metal, unit yang dihuni oleh  Pupu (vokal), Lukas (bas),  William (gitar) dan Usenk (drum) menampilkan distorsi bertensi tinggi dengan balutan tempo ngebut meluapkan kejenuhuannya dengan praktik politik yang ada saat ini.

“Sebenernya kita berusaha memberi musik yang simple, yang setidaknya bisa dinikmati semua pemain. Dan ini menjadi rock versi kita, dan silahkan dinikmati. Masih ada heavy, southern dan rock seperti halnya single pertama kita,” kata Lukas, bassis sekaligus arranger “Berburu Citra.”

Apa yang ditampilkan oleh Jenggala tak lepas juga dari referensi musik yang biasa mereka dengarkan, seperti Pantera, Down, Sacred Reich, Faith No More hingga Motorhead.

Di wilayah lirik, nomor “Berburu Citra” menjadi luapan kekesalan di tengah kebimbangan terhadap realita keseharian yang selalu dipenuhi drama pencitraan dari para politisi. Termasuk menyentil praktik media massa yang turut terjun dalam kubangan kotor tersebut.

Menurut Pupu sang penulis lirik, di masa pandemi pun para politikus itu malah sibuk mencitrakan dirinya untuk berkuasa periode selanjutnya. Alih-alih meringankan beban masyarakat para politisi ini justru sibuk memasang potret dirinya di jalanan dengan diiringi beragam slogan.

“Jelas sangat tidak memiliki nurani. Politisi ini tidak memiliki empati di tengah kesulitan kita karena terdampak pandemi. Justru mereka sibuk dan bersemangat untuk mencintrakan dirinya sebagai bagian dari harapan rakyat. Sungguh memalukan,” ungkap Pupu melalui siar pers.

“Saat perhelatan politik mendekat praktek perburuan citra ini semakin kotor, karena menjadi prioritas. Bahkan kesedihan, kesulitan dan musibah rakyat itu menjadi lumbung untuk bersolek. Ketika suara sudah didapat, kursi kekuasaaan sudah diduduki, maka janji akan menguap seiring benefit yang mereka kumpulkan,” lanjutnya.

Tak hanya menyentil para politikus, lewat nomor ini juga Jenggala cukup dibikin geram oleh cukong-cukong media massa yang justru melanggengkan praktik busuk ini lewat saluran yang mereka kuasai yang juga berimbas pada pekerja lain yang ada di dalamnya.

“Ini menjadi cukup dilematis ketika perhelatan politik berlangsung. Tapi yang paling menyesakan adalah ketika cukong-cukong media ini justru ikut dalam kubangan politik sehingga menekan oprasional media untuk biaya politiknya. Praktis, ini akan berimbas pada pekerja media di kasta paling bawah,” ungkapnya.

Nomor “Berburu Citra” kini sudah tersedia diberbagai kanal pemutar musik digital. Kabarnya mereka juga sedang menyiapkan album debut perdananya. Kita nantikan saja.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Jenggal

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading