Sentil Lingkungan Kerja Toksik, CJ1000 Luncurkan "Wibawa"

Tak sedikit di antara kita semua yang pernah merasakan lingkungan kerja yang tak sehat. Fenomena menjengkelkan semacam rekan kerja yang mejilat atasan demi memenuhi hasrat pribadinya memang kerap menjadi pemandangan sehari-hari. Berangkat dari fenomena itu, baru-baru ini unit rock-ass asal kota Bandung yang memproklamirkan diri dengan nama CJ1000 telah melepas nomor tunggal teranyarnya yang diberi tajuk “Wibawa”. Di lagu ini pula mereka melibatkan Doddy Hamson, sang punggawa kuartet heavy metal bernama Komunal untuk mebantu lini vokal.

Menurut CJ1000, alasan penting mereka mengajak Doddy Hamson karena ingin mempertegas hawa negatif yang di dalam beberapa bagian lagu. Termasuk dalam penggalan lirik; Hilang semua yang kau punya, semua pergi! Semua pergi!. Yang menggambarkan pesan bahwa sesuatu dengan niat tertentu yang memiliki intensi negatif, akan menuai akhir yang negatif.

“Dengan cara dinyanyikan bersama-sama saling bersahutan, apalagi dengan Mas Dod, semakin terasa aura ‘tegurannya’.” Kata Fradlan melalui siar pers.

Selain pastinya semua penggawa CJ1000 merupakan fanboy dari Doddy Hamson, mereka mengerti bagaimana caranya menggabungkan karakter lekoh khas Doddy dengan nuansa rock kebut CJ1000.

“Mas Dod itu vokalis rock/metal yang persona maupun kesangarannya enggak bisa ditemui di orang lain,” tambahnya.

Berbicara tentang lingkungan kerja toksik, “Wibawa” sendiri menceritakan tentang penggambaran seseorang yang terkena imbas dari ketamakan, bermuka dua dan licik di ruang lingkup kerja. Seperti yang diutarakan oleh pembentot bas, Rangga Widya, yakni seseorang ini menjilat dan menghalalkan berbagai cara untuk meraup apapun.

“Berujung ia kena batunya. Ia kehilangan semua hal pada akhirnya,” kata Rangga.

Memiliki pengalaman yang sama, vokalis M Fardlan pun mengungkapkan hal yang senada dengan apa yang dikatakan oleh Rangga. Namun dengan kasus yang lebih dekat, yakni di hubungan internal di wilayah band.

“Ini ada kecocokan dengan pengalaman kami dengan salah satu orang yang pernah kerja sama di tubuh band ini, tapi dirinya hanya pembual belaka dan inkonsistensinya tidak dapat ditolerir,” tegasnya.

Secara proses, mulanya “Wibawa” dibuat di studio Gema Musik Kampus, tempat di mana beberapa personil CJ1000 mengenyam pendidikan. Lantas, disempurnakan seiring berjalannya waktu. Dalam prosesnya kata Rangga, ada beberapa momen pergantian personil.

“Difinalisasi oleh saya Jordie di kediaman tempat anak-anak CJ1000 nangkring dan beberapa studio musik di Bandung. Direkamnya kebetulan di Funhouse Studio, Antapani,” ucapnya.

Sebelumnya nomor “Wibawa” versi live record juga sempat beredar di laman SoundCloud dan kanal YouTube berupa video lirik. Sekian waktu berlalu, akhirnya nomor ini dirilis kembali dalam versi yang lebih mumpuni, di samping kolaborasinya bersama Doddy Hamson yang membuat materinya ini menjadi lebih segar.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari CJ1000

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading