Seniman Roby Dwi Antono Gelar Tiga Pameran Sekaligus di Jepang

Seniman Indonesia yang satu ini memang kerap membuat pameran di luar negeri. Lewat karya-karyanya yang memukau, nama Roby Dwi Antono kian dikenal oleh para pelaku mau pun kolektor seni Internasional. Kali ini seniman kontemporer asal Yogyakarta tersebut kembali menggelar pameran di Tokyo, Jepang. Tak tanggung-tanggung ia menggelar tiga pameran sekaligus yang berjudul “RUMPUS

Pameran “RUMPUS” sendiri akan berlangsung selama satu bulan ke depan di tiga lokasi berbeda. Diantaranya di NANZUKA 2G (8 Januari – 6 Februari 2022), NANZUKA UNDERGROUND (9 Januari – 6 Februari 2022), dan di 3110NZ by LDH kitchen (11 Januari – 5 Februari 2022).

Dalam pamerannya kali ini, Roby menuangkan eksplorasinya tentang kenangan di masa lalu ke dalam beragam format mulai dari seni patung, gambar, sampai lukisan yang terbuat dari pastel minyak.

“Serangkaian karya baru ini adalah tentang menghidupkan kembali jiwa seorang anak yang mungkin telah hilang. Ini adalah upaya saya untuk mengunjungi kenangan yang mengambang di permukaan dan menyelam ke dalam kenangan yang terkubur jauh di bawah.” Tulis Roby dalam unggahan di media sosialnya.

Pameran “RUMPUS” kini sedang berlangsung di NANZUKA 2G dan NANZUKA UNDERGROUND sampai 6 Februari 2022, sedangkan pameran yang ketiga berlangsung di 3110NZ sampai tanggal 5 Februari 2022.

NANZUKA 2G
Shibuya PARCO 2F
15-1 Udagawa-cho, Shibuya-ku, Tokyo

NANZUKA UNDERGROUND
3-30-10, Jingumae
Shibuya-Ku, Tokyo, Japan

3110NZ by LDH kitchen
1-18-7, Aobadai,
Meguro-Ku, Tokyo, Japan

                      Baca juga: Seniman Roby Dwi Antono Suguhkan Kira dalam Bentuk Tiga Dimensi

Nama “RUMPUS” sendiri terinspirasi dari buku anak-anak karya Maurice Sendak yang kemudian diadaptasi ke dalam film yang disutradarai oleh Spike Jonze. Kata “rumpus” sendiri muncul dalam sebuah adegan film di mana sang protagonis meneriakan kata itu.

“Judul pameran ini adalah “Rumpus,” mengambil inspirasi dari buku anak-anak Maurice Sendak tahun 1963 Where the Wild Things Are, yang diadaptasi menjadi film fitur yang disutradarai oleh Spike Jonze pada tahun 2010.” Tulis Nanzuka Underground “Berfokus pada line dari film di mana protagonis berteriak, “Let the liar rumpus start!,” Antono menempatkan tema cerita yang konsisten tentang “perasaan masa kecil” sebagai pilar inti dari rangkaian karya terbarunya.” lanjutnya

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari NANZUKA UNDERGROUND

 

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading