Semeti Medley, MV The Dare Besutan Allan Soebakir

Pantai! Lombok! Apa yang pertama terlintas di benak kita mendengar dua kata diatas. Tentunya hamparan garis pantai nan panjang lengkap dengan pasir putih, ombak yang riang dan air laut yang tenang yang pertama kali terproyeksikan.

Tidak salah sebenarnya. Namun ada anomali untuk beberapa pantai tertentu yang malah menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Pantai Semeti adalah contoh dari hidden gem ini.

Beranjak dari ini The Dare meramu single “Semeti Medley” yang diambil dari EP kedua mereka “Woman Who Sailed The World”.

Single upbeat ini menawarkan satu perjalanan yang seru dan menantang. Splash reverb yang memercik basah dilindas liukan dan bumping dari trem arm stabil dijaga putaran mesin rhythm 4/4 WD menemani perjalanan nada-nada twee ke pantai yang dituju. Bukan sekedar twee biasa karena ada hawa surf music berpadu dengan licks early rock n roll disana. Layaknya perjalanan wisata dengan Duane Eddy sebagai drivernya, Nookie Edwards dan Takeshi Terauchi sebagai pemandunya serta tidak lupa anak-anak sekolah K Records yang menjadi peserta turnya.

Perilisan single “Semeti Medley” ke platform digital ini ditandai juga dengan meluncurnya musik video “Semeti Medley” yang diproduksi oleh Sinema Pinggiran. Musik video ini disutradai oleh salah satu sineas nyentrik yaitu Allan Soebakir. Awalnya Allan dipilih untuk menggarap video musik ini bermula dari terlintasnya flyer di akun instagram Allan Soebakir yang sedang beramal dengan tajuk Sedekah Video Musik sebuah pergerakan kecil yang sangat patut untuk didukung, maka dari itu diputuskan untuk mengajak Allan secara langsung untuk menggarap video musik “Semeti Medley” ini.

Di luar semangat soal movement tersebut, karakter visual yang kerap digarap oleh Allan sangat sejalur dengan beberapa output musik video The Dare terdahulu yang terkesan sederhana, absurd, dan kerap menyisipkan pesan subliminal atau Allan Soebakir lebih sering menyebutnya Video Jelek, toh dalam menginterpretasikan suatu audio kedalam medium visual itu tak melulu harus berbentuk output yang rumit. Satu visi semangat kebebasan yang sama antara The Dare dan Allan Soebakir.

Harapannya dengan perilisan single “Semeti Medley” ini setidaknya bisa menjadi sebuah bingkisan sederhana bagi penikmat karya The Dare yang mungkin belum sempat mendengarnya dalam format kaset EP Women Who Sailed The World atau hadir secara live saat Javakensi Tour.

Senang rasanya dapat menciptakan ode untuk salah satu pantai yang underrated di Pulau Lombok dan alangkah baiknya apabila pendengar single ini dapat berkunjung secara langsung menikmati vibes Pantai Semeti dengan single “Semeti Medley” ini sebagai soundtrack perjalanannya.

Visual: Arsip dari The Dare

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading