Seleksi Film Joko Anwar dalam Program Goethe

Dalam program BINGKIS milik Goethe-Institut pekan ini, sutradara film Joko Anwar akan berbagi seleksi film yang merefleksikan situasi yang tengah dihadapi saat ini dan memprediksi kondisi dunia pascapandemi melalui film-film tersebut. Perbincangan bertajuk “The Fiction – The Prediction #2” ini akan dipandu pemrogram film Sugar Nadia dan disiarkan langsung di kanal Instagram Goethe-Institut Indonesien. Pembatasan perjalanan/perpindahan, resesi ekonomi, penyusutan level karbon dioksida, maraknya inisiatif-inisiatif warga, kesuksesan atau krisis kepemimpinan, dan buka-tutup batas negara adalah beberapa hal yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Cemas, frustrasi, dan khawatir kerap kita rasakan sejak Maret ketika WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Ketika kita merasa lelah dengan kenyataan, banyak dari kita yang beralih ke kenyamanan khayalan melalui film.

Joko Anwar dan Sugar Nadia akan berbagi pemikiran apakah pandemi ini mengingatkan kita kepada film-film yang pernah kita tonton, dengar, atau pun yang ingin kita buat. Beberapa film yang akan dibahas berhubungan dengan beberapa isu seperti ketakutan terhadap hal-hal tidak dikenal (penyakit, virus, kekuatan ekstraterestrial), teori konspirasi tentang hal tidak dikenal, kebingungan, hingga kekuatan karakter manusia sebagai penyintas di masa sulit. Pada edisi pertama “The Fiction – The Prediction” yang tayang 21 Mei lalu, Goethe- Institut Indonesien menghadirkan Lisabona Rahman (pemrogram dan pengarsip film) beserta Sebastian Winkels (pembuat film dokumenter asal Jerman). Pada kesempatan itu, film dan serial televisi yang dinilai merefleksikan kondisi pandemi di antaranya 100 Jahre Adolf Hitler – Die letzte Stunde im Führerbunker (1989), 28 Days Later (2002), Dark (2017-2020), Das Leben der Anderen (2006), Philadelphia (1993), Safe (1995), dan The Way Back (2010).

BINGKIS

Beberapa waktu kemarin, Goethe-Institut juga merilis sebuah program digital yang diberi nama Sound of X. Ini adalah kebaruan dari mereka yang akan menghadirkan ragam video bunyi lingkungan (soundscape) yang diciptakan oleh banyak musisi dan seniman yang berasal di sekitar Asia Tenggara, termasuk dari Medan, Indonesia. Dengan menggunakan bunyi, kebisingan, dan akustik sebagai dasar untuk melakukan penafsiran ulang terhadap kota, para musisi dan seniman tersebut berkeliling di banyak lingkungan untuk mencari tahu dan mengusulkan cara unik untuk terhubung kembali dengan kota dan ruang yang kita diami, khususnya setelah ada pandemi Covid-19, yang telah memaksa orang-orang di seluruh dunia untuk mengisolasi diri.

Semua pengkaryaan dari video soundscape tersebut bisa diakses dengan bebas di www.goethe.de/soundofx dan di kanal-kanal media sosial Goethe-Institut mulai tanggal 19 Juni 2020. Sound of X diprakarsai oleh Goethe-Institut sebagai proyek internasional dengan fokus Asia Tenggara, sebelum krisis virus corona merebak. Sejumlah seniman dari berbagai kota di Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru menyajikan karya-karya yang meninjau latar bebunyian kota yang terabaikan dan bagaimana musikalitas kehidupan sehari-hari membeberkan kekhasan rajutan sosialnya.

Di tengah kondisi swakarantina, pembatasan sosial, dan penyebaran wabah yang terus menerus berlangsung, Sound of X menawarkan cara yang unik untuk menjelajahi tempat-tempat berbeda. Musisi dan artis dari Medan, Singapura, Kuala Lumpur, Sydney, Manila dan kota-kota lain mengeksplorasi tentang apa itu kebisingan, bunyi, dan bagaimana orang dapat mendengarkan dengan cara berbeda. Perspektif tidak lazim yang diusung oleh para seniman dan musisi ini kontras dengan hal-hal yang lazim diangkat dalam promosi pariwisata di media sosial.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari 
Goethe-Institut Indonesien

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading