Selamat Jalan Kamera Olympus

Setelah meluncurkan kursus online dan pembicaraan virtual tentang fotografi pada bulan April kemarin, Olympus baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menjual bisnis kameranya kepada sebuah perusahaan bernama, Japan Industrial Partners (JIP). Olympus – yang pernah menjadi salah satu merek kamera terbesar di dunia – sekarang akan fokus pada penyediaan peralatan pencitraan medis dan industri. Meskipun perusahaan mengatakan telah memperbaiki banyak struktur biaya, merilis berbagai kamera-kamera yang murah agar laba tinggi bisa didapatkan, dan mengambil langkah-langkah cerdik untuk mengakali keresahan yang ada di industri kamera, Nyatanya perusahaan tetap mengalami kerugian operasional selama tiga tahun berturut-turut.

Olympus membuat kamera pertamanya yang bernama Semi-Olympus I, pada tahun 1936. Kamera dengan lensa Zuiko pertama, adalah apa yang mereka ciptakan saat itu untuk memulai bisnis kamera Olympus. Dan kemudian mereka memperkenalkan kamera digital pertama di tahun 1996 dan mengembangkan sistem lensa dipertukarkan Micro Four Thirds. Namun, kebutuhan akan kamera mirrorless kemudian dirusak oleh kehadiran smartphone yang makin hari semakin canggih dari segi pendokumentasian. Pada 2013, Olympus, yang menjadi salah satu perusahaan teratas berdasarkan pangsa pasar, juga menjadi target skandal akuntansi sebesar $ 1,7 miliar.

“Kami meminta kesabaran anda: kami percaya ini adalah langkah yang tepat untuk melestarikan warisan merek kami, produk, dan nilai teknologi kami. Olympus melihat potensi transfer ini sebagai peluang untuk memungkinkan bisnis pencitraan kami tumbuh dan menyenangkan baik penggemar fotografi lama maupun baru.” Sementara itu, JIP telah mengungkapkan rencana untuk merampingkan bisnis, seperti halnya dengan divisi PC VAIO Sony. Kamera yang kami ciptakan akan dibuat “lebih kompak, efisien dan gesit.”

JIP sendiri tercatat sebelumnya sudah mengambil alih bisnis lainnya dari Olympus di tahun 2012 silam, dan juga mereka membeli saham dari bisnis laptop Vaio milik Sony pada 2014. Adapun proses pengambilalihan bisnis kamera Olympus ditargetkan bakal selesai pada akhir tahun 2020 ini. Olympus sendiri, setelah melepas bisnis kameranya, akan fokus mengembangkan sektor bisnis lainnya. Ya, selain memproduksi kamera, Olympus juga sebenarnya memiliki usaha lain, termasuk bisnis kesehatan. Dalam pernyataan resminya, Olympus mengatakan bahwa keputusan untuk keluar dari industri kamera karena penjualan yang terus turun. Olympus harus bersaing dengan kamera ponsel yang makin pesat serta ketatnya persaingan.

Kamera mirrorless saat ini memang menjadi andalan bagi banyak pecinta kamera, alasannya adalah karena bentuknya yang sederhana nan kompleks. Kemudian dalam perkembangannya, kamera jenis ini juga secara perlahan mulai menampakkan keberhasilan merekadi pasar kamera. Mirrorless kini sudah mendapatkan tempat di hati para fotografer, baik yang hanya hobi foto maupun para profesional. Olympus adalah  salah satu nama yang kerap kali dipertimbangkan oleh para penggemar kamera dalam industri tersebut.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Youtube Olympus

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading