Heruwa Selipkan Sejarah Kopi dalam Single Terbaru, "Ngopi Dulu Lah"

“Dari Afrika sampai ke India, dibawa Belanda sampai Nusantar. Arabika, robusta, dan banyak namanya. Kopi tanpa gula yang aku suka,” tutur Heruwa dengan nada melalui lagu barunya.

Pentolan Shaggydog itu tembang teranyar bertajuk “Ngopi Dulu Lah” tepat pada ulang tahun kemerdekaan Indonesia, Selasa (17/8) kemarin melalui label bandnya, DoggyHouse Records. Lagu tersebut dipenuhi dengan nuansa dub raggae semiakustik mengiringi suara berat khas Heruwa di Shaggydog. Melalui nomor tunggal tersebut, Heruwa mencoba menceritakan ritual yang dia jalani sehari-hari, meminum kopi. 

“Menurutnya, ngopi adalah layaknya seperti ritual awal dan akhir dari sebuah hari, pagi dan sore. Kopi adalah bahan bakar para pekerja dan pemikir. Seperti apapun kondisi sebuah negara atau masyarakat, semua diakhiri dan diawali dengan segelas kopi. Bila sudah duduk satu meja, ngopi tidak mengenal kasta, derajat atau kelas. Secangkir kopi bisa menjadi ‘sarana komunikasi’ pemersatu bangsa,” tulis siar pers yang pihaknya kirimkan.

“Ngopi dulu lah, baru lanjut yang lain,” lanjut Heruwa di chorus lagu.

“Ngopi Dulu Lah” merupakan lagu yang ditulis oleh Heruwa sendiri untuk mengisi waktu PPKM darurat. Ia memainkan, merekam, dan melakukan proses mixing hingga mastering sendiri. Sedangkan dari aspek visual, ia mengajak kakaknya yang seorang fotografer, Bambang Wijaya, untuk mengerjakan cover artwork single-nya ini.

Ini bukan karya pertama Heruwa selama pandemi. Saat ada pembatasan keluar rumah tahun lalu, ia juga merilis sebuah nomor tunggal bersama sang istri berjudul “Dendang Harapan”. Menurut Heruwa, lagu tersebut ia tulis untuk menunaikan tugasnya sebagai musisi. Ia mencoba menayampaikan serangkaian harapan yang relevan dengan keadaan saat itu melalui “Dendang Harapan”.

Selain “Dendang Harapan” dalam waktu berdekatan ia juga merilis “Party Sendiri”. Dengan lagu tersebut, ia sempat membuat sebuah konten digital berupa kontes video aktivitas para pendengarnya selama di rumah.

April lalu, bersama bandnya, musisi asal Yogyakarta ini merilis versi keroncong “Di Sayidan”. Shaggydog mengajak OK Puspa Jelita dan Ndarboy Genk untuk meramaikan gubahan baru salah satu tembang andalan mereka tersebut.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Bambang Wijaya

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading