Seek-a-Seek #2: Kon/jun/gsi

Berangkat dari kegelisahan tentang sudut pandang disruptif yang tengah melanda berbagai sektor industri, termasuk design, maka Seek-a-Seek volume 2 pun telah terselenggara sejak 29 November 2019 hingga 31 Januari 2020. Edisi kali ini temanya adalah “Kon/jun/gsi” sebagai respon terhadap kondisi disjuncture, dengan tujuan agar sekaligus dapat merayakan bidang desain grafis dengan semangat kebersamaan,

Disrupsi ini membawa pengaruh kegagalan fokus pada banyak aspek pemberdayaan bidang ini akibat efek kejutnya yang mengecohkan. Perancang grafis cenderung berjuang sendiri, menghiraukan perserikatan, etika profesi, kebersamaan, dan pemberdayaan bidang. Disjuncture sendiri adalah kondisi kontemporer, yang menjelaskan isu-isu akibat ‘disrupsi,’ yaitu keterpisahan atau perpecahan akibat pergumulan yang tidak bisa disikapi secara kreatif–padahal yang mengaku kreatif, harusnya mampu bermain dalam keadaan tertekan dan membalikan keadaan.

Seek-a-seek #2 yang terselenggara atas inisiatif dari koordinasi Dia.Lo.Gue, Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Desain Grafis Indonesia (DGI), dan didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) ini akan menyediakan platform bagi partisipannya untuk merancang pamerannya sendiri, menyediakan platform untuk membangun wacana lewat program edukasional yang padat karya.

Dari segi pameran, penyeleksian tidak lagi berdasarkan karya saja, tetapi juga menilai sosok atau entitas yang diwakili; visinya dalam memberdayakan bidang, pemahamannya terhadap prinsip-prinsip dasar desain, daya inovasinya, dan semangat kreatifnya mencerminkan zamannya (zeitgeist). Variasi fokus, disiplin, serta lahan-lahan usaha baru juga bagian dari pertimbangan untuk pilihan peserta dalam pameran. Kemajemukan dalam Kon/jun/gsi diharapkan memberikan gambaran menyeluruh dan juga peluang-peluang lahan usaha baru, lintas disiplin dan media.

Melalui proses seleksi ketat, yaitu lewat pemanggilan submisi karya, terjaring 70 lebih calon peserta, dan setelahnya disaring lagi menjadi 40 peserta pameran, termasuk seniman instalasi dan merchant retail. Platform pameran yang disediakan Seek-a-seek #2 berwujud Grid Panel, sebuah rangka modular, yang dapat dimodifikasi dan direkayasa sesuai dengan konsep yang diusung oleh para pelaku terpilih. Program Seek-a-seek #2 serupa dengan pameran, yaitu menyediakan platform berwancana dengan fokus edukasi dan pemberdayaan ekonomi kreatif, khususnya sub-sektor desain grafis atau desain komunikasi visual.

Bekerjasama dengan Whiteboard Journal (WBJ), Program Seek-a-seek #2 memiliki pillar wacana Branding the Nation, Design in Daily Life, dan Design Industry–semua isu-isu yang dekat dengan permasalahan desain grafis Indonesia kontemporer. Kanal wacananya sendiri terdiri atas Designer’s Talk, Talkshow, Workshop, Classes, Curator & Design Tour, yang akan dilaksanakan pada tiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu) selama dua bulan.

WBJ juga menyediakan programnya sendiri yang lebih ringan dan bertujuan untuk membahas desain grafis secara populer dan ringan. Sebagai konteks wacana, pengunjung sendiri dapat mengalaminya lewat pasar seni yang kembali diselenggarakan Dia.Lo.Gue Artspace dalam rangka Seek-a-seek #2 yaitu sMART Dialogue dan Pressent: Jakarta Art Book Fair.

Seek-a-seek, sesuai bunyinya adalah kependekan dari “asyik-asyik” yaitu perayaan yang menarik, sementara ejaannya diserap dari Bahasa Inggris ‘seek’ yang berarti mencari atau memeroleh. Gagasan dasar acara ini adalah merayakan bidang desain grafis dan pada saat yang sama ‘mencari’ karya-karya terbaik mewakili zamannya.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Seek a Seek

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading