Satu Per Empat Hadirkan Pahlawan Berwujud Tikus

Satu Per Empat, unit rock potensial roster Rekaman Pots melanjutkan perjalanannya usai menuai banyak pujian via debut album penuhnya “Pasca Falasi”. Untuk menandai keberlanjutannya tersebut baru-baru ini mereka melepas video musik untuk single ‘Epos Tikus’ yang tercantum di album “Pasca Falasi”. Secara garis besar video ini merekam situasi terkini, khususnya di Jakarta, di mana banyak bermunculan badut pengembara demi uang. Namun, alih-alih mengenakan kostum Doraemon atau Pikachu, badut pada video musik ini tampil dalam wujud tikus.

Bak percobaan di labratorium, video ini menampilkan badut-badut tikus yang ditempatkan di lokasi berbeda-beda. Para tikus terlihat berusaha  untuk saling mencari jalan keluar dari labirin kota kemudian dituntut untuk menyelesaikan misi tersebut sampai tuntas. Video ini digarap atas kerjasama vokalis Bismo Triastirtoaji dan Drummer Levi Stanley yang berperan  sebagai sutradara dan produser. Selain itu mereka pun melibatkan pula Sunyata Studio juga teman-teman terdekat para personil.

Menurut Satu Per Empat, kata “Epos” sendiri, dalam bahasa Indonesia, mengartikan cerita heroik; puisi panjang yang menceritakan tentang perjuangan seorang pahlawan. Dalam lagu ini, tikus-tikus berdiri sebagai pahlawan yang berusaha memperjuangkan dan menyelamatkan diri mereka sendiri.

“Tikus tuh good role model buat lo yang ngerasain hidup sendiri tau. Terasing, dianggap kotor dan nggak punya izin buat hidup, nggak menghormati hierarki, tapi ya hidup. Terus, kalau dia mati di tengah-tengah lumbung padi yang lagi panen? Siapa yang salah?” Ungkap Bismo tentang peran Tikus yang coba dia gambarkan pada lagu ini.

Sedangkan video musik “Epos Tikus” sendiri sudah tayang (perdana) sejak tanggal 29 Januari 2021 kemarin. Sebagai bentuk perayaannya, Satu Per Empat kembali merilis lagu tersebut sebagai single diberbagai layanan musik digital, seperti Spotify, Joox, Resso, & Apple Music.

Satu Per Empat yang kini digawangi oleh Bismo Triastirtoaji (vokal), Audi Adrianto (gitar), Levi Stanley (drum), dan Rigaskara (bass) ini secara resmi dibentuk di Jakarta pada tahun 2015. Band ini memulai karier mereka dengan merilis single digital “Plaza”. Satu Per Empat kemudian memasuki masa jeda karena alasan pribadi. Selepas hiatus beberapa tahun, mereka pun kembali dengan membawa setumpuk karya baru juga kembali tampil secara live di klub maupun bar di sirkuit ranah musik independen ibu kota.

Tahun lalu, Satu Per Empat akhirnya merilis album “Pasca Falasi” secara penuh pada 9 Oktober 2020 melalui label Rekaman POTS. Setelah merilis 5 single dalam kurun waktu satu tahun ke belakang, yakni “Alibi Abadi”, “Ephemeral”, “Supernova”, “Montase di 7 Pagi”, dan “Hiatus”, akan ada 7 lagu baru lainnya yang melengkapi album ini. Secara harfiah Falasi sendiri berasal dari bahasa Yunani, fallacia, yang berarti kesesatan dalam pola pikir. Sedangkan Pasca merupakan awalan kata yang berarti sesudah atau setelah. “Pasca Falasi” kini sudah tersedia dipelbagai kanal pemutar musik digital.

Teks: Dicki Lukmana  
Visual: Arsip dari Rekaman Pots

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading