Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless This Year, Ocean Blender, Derby Days, Noise Assault Vol. 1, Arsip Sinar Pagi, The Sound of Young Sumatera, dan masih banyak lagi. Album kompilasi yang digarap oleh mereka pun dapat terbilang sebagai bukti otentik dari pergerakan zaman.

Pada tahun awal Januari 2022, Ambarawa mencoba ikut meramaikan geliat semangat praktik produksi album kompilasi ini dalam koridor skena musik kecilnya yang terus mengalami pasang surut. Ambarawa adalah wilayah kecil dari pinggiran Semarang yang kerja keseniannya terus berusaha tumbuh dan bertahan dari keterbatasan ruang.

Rencana awal perilisan kompilasi ini pada Agustus tahun lalu. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam proses produksi yang tidak dapat dihindarkan. Sehingga terpaksa mundur dalam beberapa bulan dan selesai digarap pada Januari 2022.

They Hate Us merupakan album kompilasi sampler dari musisi/band skena Ambarawa yang diinisiasi bersama oleh Kolektif Mati Suri dan Mortal Blood Records. Sebagaimana kebanyakan album kompilasi lainnya diproduksi, They Hate Us digarap dengan modal sebuah semangat untuk merangkum dan mengingat kembali perjalanan yang telah dilalui para musisi independen Ambarawa. Album kompilasi ini adalah penanda zaman yang merangkum tentang evolusi skena musik pinggiran di Ambarawa.

Album kompilasi They Hate Us digagas dengan tujuan mendokumentasikan jejak rekam para musisi arus pinggir yang berbasis di wilayah Ambarawa sekitarnya dan berbagi aneka musik yang ada di kawasan ini dengan ambisi mendapat jangkauan audiens yang lebih luas, baik dari para pendengar, label, media, kolektif, atau siapa saja.

“Pengambilan tajuk “They Hate Us” pun dirasa selaras dengan sajian realitas yang kawan-kawan skena Ambarawa hadapi perihal fenomena masih banyaknya pembatasan berekspresi atau berkesenian di Ambarawa. Terdapat beberapa kejadian yang akhirnya membuat kawan-kawan Ambarawa sadar bahwa kebebasan berkesenian adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.” tulis dalam keterangan resmi.

Album ini didistribusikan oleh lebel rekaman asal Ambarawa, Mortal Blood Records. Komposisinya berisi 20 band lintas generasi dan genre. Materi yang tersaji di album kompilasi ini direkam dari berbagai era yang mewakili perjalanan skena independen Ambarawa dalam hampir dua dekade terakhir. Tercatat 20 nama yang menghiasi kompilasi ini di antaranya; Strength Down, Chewing Glass, Hell in Voice, Papergrown, Sicksoul Blessed, Bakso Water Popsicle in The Hand of Erick Tohir, Calender of December, Petriot Junkie Noise, Feel Strong, Dumb Ass, Bentrok!, Ruction, Pcychiatric Disease, Civil Society, Leech, Libertad, Rosarius, Serigala Berbulu Domba, Mafia Lokal, dan Striving.

Album kompilasi They Hate Us (2022) ini dicetak secara terbatas menggunakan cakram padat disertai newsletter, sticker, poster, dan patch. Rilisan ini belum tersedia di layanan digital/streaming service. Apabila kalian tertarik untuk mengoleksi rilisan fisiknya, silahkan pesan melalui @mortalbloodrecords atau 085156976361 (Amar).

Teks dan Visual: Arsip dari Kolektif Mati Suri

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading