Saran dan Mitigasi Untuk Festival Musik di Tengah Pandemi  

Pandemi yang tak kunjung selesai membuat segala sesuatu menjadi sulit. Berbagai sektor industri kian padam, termasuk industri hiburan –salah satu sektor yang mungkin paling terdampak. Tak terhitung, nyaris satu tahun sejak wabah Covid-19 menerpa, sudah berapa ratus gelaran musik yang dibatalkan, dari gelaran berskala kecil sampai dengan festival berskala besar. Pelbagai upaya pun sudah dilakukan untuk menyiasati agar industri musik ini tidak mati, dari mulai festival daring sampai festival luring yang mengharuskan penonton untuk berjaga jarak, seperti konser drive-in ‘Bali Revival 2020’ atau  festival musik yang diselenggarakan oleh Virgin Money Unity di Inggris dimana penonton harus berada di dalam brikade.

Baru-baru ini lintas sektor badan industri musik dunia telah bergabung dan mengeluarkan panduan serta saran resmi ihwal bagaimana festival musik dapat tetap berlangsung pada tahun depan. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menyiasati agar industri musik kembali pulih dan dapat beradaptasi dengan kondisi yang kini sedang sulit.

“Mitigasi risiko adalah apa yang dilakukan oleh promotor festival untuk mencari nafkah, jadi maksud dari panduan ini adalah untuk menguraikan pertimbangan perencanaan spesifik Covid-19 yang akan memungkinkan pendekatan penilaian risiko yang dipesan lebih dahulu dalam hubungan dengan otoritas dan instansi terkait” ungkap Paul Reed, CEO Association of Independent Festivals.  

Kerangka perencanaan festival musik adaptasi baru ini dipimpin oleh Association of Festival Organizers (AFO), Events Industry Forum (EIF), dan Attitude Is Everything, bersama dengan panduan tambahan dari Department for Digital, Culture, Media & Sport (DCMS) dan Public Health England ( PHE). Sekali lagi inisiasi ini membuktikan bahwa kolaborasi memang sangat diperlukan dalam penanganan pandemi.

“Saya ingin berterima kasih kepada AIF Ops Group yang telah memimpin pekerjaan penting ini dan juga DCMS, pejabat PHE dan industri festival yang lebih luas atas kontribusi mereka yang tak ternilai.” Lanjut Paul Reed.

Saran tersebut meliputi 16 tema utama, diantaranya Event Management Plan, Covid-19 Safety Measures, Specific Mitigation Measures, dan lain sebagainya yang tentu relevan dengan keadaan pandemi saat ini. Dokumen yang disusun secara terperinci dan terbilang komprehensif tersebut mencakup saran bahwa pengunjung festival dapat dipaksa untuk menggunakan masker wajah dalam upaya mengekang penyebaran penyakit. Selain saran untuk pengunjung, dokumen ini juga menjelaskan tentang bagaimana mitigasi yang diperlukan dalam festival oleh para promotor.   

https://twitter.com/AIF_UK/status/1315999037821251585?s=20 

Terlepas dari banyaknya ketidakpastian yang dihadapi oleh industri musik saat ini, hal ini diakhiri dengan catatan positif: “pada akhirnya, industri festival musik pada prinsipnya ditentukan dengan perencanaan dan penerapan mitigasi risiko… Penyelenggara festival secara praktis sudah berada di tempat yang sangat baik untuk menghadapi tantangan yang dibawa COVID-19 ke sektor festival. ” tulis dalam dokumen tersebut.

Dokumen lengkapnya bisa kalian unduh dengan menekan gambar di bawah:

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Rock In Celebes dan Association of Independent Festivals. 

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading