Samsung Gelar Pameran Lukisan yang Hilang

Kasus pencurian lukisan bukan suatu hal yang baru terjadi. Dalam setiap babak perjalananya tercatat banyak lukisan yang sudah dicuri dari berbagai galeri yang tersebar diseluruh dunia. Upaya untuk menemukannya pun beraneka macam, salah satunya adalah dengan membuat sebuah pameran virtual seperti yang baru-baru ini diluncurkan oleh perusahaan teknologi raksasa, Samsung. Setidaknya ada 12 lukisan dari para maestro lukis yang telah dipamerkan secara virtual yang diberi tajuk Missing Masterpieces ini. Diantaranya lukisan Vincent van Gogh, Jean Baptiste Oudry, Paul Cazzane, William Blake, David Teniers the Younger, Claude Monet, dan lain sebagainya.

Bekerja sama dengan Dr. Noah Charney seorang pakar kejahatan seni dan pendiri The Association for Research into Crimes Against Art (ARCA), Samsung berupaya untuk menarik perhatian juga menjaga lukisan yang hilang tersebut agar tidak dilupakan begitu saja keberadaannya, meskipun saat ini keberadaan dari lukisan-lukisan tersebut masih menjadi misteri besar namun mereka berharap lukisan-lukisan yang hilang agar segera ditemukan.

“Dari laporan media yang kontradiktif hingga spekulasi di feed Reddit — petunjuknya ada di luar sana,” kata Charney dalam sebuah pernyataan.

“Tetapi jumlah informasinya bisa sangat banyak. Di sinilah teknologi dan media sosial dapat membantu dengan menyatukan orang-orang untuk membantu penelusuran. Tidak pernah terdengar bahwa tip tidak berbahaya yang diposting online menjadi kunci yang membuka sebuah kasus,” lanjutnya.

Dari belasan lukisan yang dipamerkan ada kisah-kisah menarik bahkan tragis di baliknya. Semisal lukisan berjudul Waterloo Bridge karya seniman asal Prancis, Claude Monet yang dibuat tahun 1901, dimana lukisan tersebut sudah musnah dilahap bara api. Pasalnya ibu dari si pencuri mengatakan bahwa lukisan tersebut telah dibakar untuk menutupi kasus pencurian yang dibuat oleh anaknya. Sampai saat ini kebenaran dari cerita tersebut masih diragukan oleh pihak kepolisian.

Kemudian cerita di balik pencurian lukisan berjudul View of Auvers-sur-Oise karya Cezanne yang dibuat tahun 1879-1980 yang raib di Museum Ashmolean Oxford pada malam tahun baru 1999. Dikisahkan si pencuri layaknya berlaga macam Tom Cruise di film Mission Impossible di mana ia memanjat gedung yang berdekatan dengan museum, lalu turun melalui jendela atap yang rusak dan memblokir sensor gerak dalam museum tersebut dengan bom asap.

Yang tak kalah menarik adalah kisah-kisah di balik pencurian lukisan-lukisan Vincent Van Gogh. Pada tahun 1991, 20 karyanya di curi dari Van Gogh Museum di Amsterdam, dengan nilai kerugian sekitar $500 juta. Pada tahun 2002, sepasang lukisan Van Gogh diambil dari museum yang sama dan kemudian ditemukan di rumah seorang mafia pada tahun 2016.

Namun di tengah berbagai kasus pencurian karya seni, pada Juli 2020 lalu di Jepang ada peristiwa lain yang cukup menyimpang. Kebalikan dari sebagian besar galeri dan museum yang menerapkan langkah-langkah keamanan dan pengamanan yang ketat sehingga karya seni tidak akan dicuri. Namun, Same gallery di Tokyo ini memutuskan untuk sepenuhnya menumbangkan praktik ini melalui pameran terbarunya yang diberi judul “Stealable Art Exhibition” yang dibuat sedemikian rupa sebagai respon atas hubungan yang tidak setara antara seniman dan penonton.  para staf beserta jajaran dari galeri dilucuti sepenuhnya oleh para peserta pameran, dan kemudian mereka diperintahkan untuk mengambil apa pun yang mereka inginkan dari ruang pameran tersebut, yang tetap buka selama 24 jam. Tapi, ada satu peraturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung, yaitu karya-karya yang terpajang bisa diambil selama acara pembukaan pameran, dan tanda pameran akan berakhir  segera setelah semua karya seni diambil.

Untuk mengunjungi pameran Missing Masterpieces kamu bisa mengaksesnya disini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip samsung.com

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading