Samo Lives, Film Terbaru Tentang Basquiat Akan Segera Datang

Seniman mana yang tak kenal dengan sosok yang satu ini. Yups, Jean-Michel Basquiat, seniman asal Amerika yang berpengaruh besar pada perkembangan lanskap seni kontemporer. Untuk merayakan kisah hidupnya yang gemilang sekaligus penuh perjuangan, baru-baru ini tersiar kabar film terbaru yang mengangkat kisah Basquiat berjudul Samo Lives akan segera diproduksi.

Film yang akan dibintangi oleh Kelvin Harrison Jr dan disutradarai oleh Julius Onah, film Samo Lives akan mengikuti kehidupan, karier, dan warisan pengkaryaan Basquiat, seorang seniman Amerika Haiti-Puerto Rika kelahiran Brooklyn yang menjadi salah satu tokoh yang menentukan gerakan seni Neo-ekspresionisme tahun 1980-an. Secara signifikan, Samo Lives akan menjadi versi pertama dari cerita Basquiat yang dibuat langsung oleh seorang pembuat film kulit hitam.

Kelvin Harrison Jr, Jean-Michel Basquiat, dan Julius Onah

Pada usia 22, Basquiat menjadi artis termuda yang pernah berpameran di Whitney Biennial New York. Hanya lima tahun kemudian, pada bulan Agustus 1988, ia meninggal pada usia 27 tahun. Namun, meskipun karirnya singkat secara tragis, Basquiat tetap menjadi tokoh berpengaruh di dunia internasional—pada tahun 2017, lukisannya Untitled terjual seharga $ 110,5 juta di lelang, membuat itu salah satu karya seni paling mahal dalam sejarah.

“Jean-Michel Basquiat mendefinisikan ulang gagasan tentang siapa yang naik ke ketinggian tertinggi dunia seni rupa. Tetapi kompleksitas dan kekayaan pengalamannya sebagai seniman dan anak diaspora Afrika belum didramatisasi dengan cara yang layak,” tulis Onah dalam sebuah pernyataan di samolives.com.

“Itu adalah pintu gerbang bagi seorang anak yang putus asa untuk menemukan seniman yang bisa dia lihat sendiri,” Onah menjelaskan tentang menemukan Basquiat saat remaja. “Tetapi semakin tua saya dan semakin banyak saya belajar tentang Jean-Michel, semakin saya mulai merasa Kisahnya belum sepenuhnya diceritakan di bioskop,” jelas Onah. “Kami belum pernah melihat spektrum penuh kehidupan luar biasa Basquiat sebagai seniman kulit hitam dan anak dari diaspora Afrika imigran. Dan kekayaan dan nuansa perjalanannya adalah kisah yang layak untuk dirayakan.”

              Baca juga: Karya Jean Michael Basquiat Bakal Jadi Lukisan Termahal di Asia

Jean-Michel Basquiat (lahir di Brooklyn, New York, 22 Desember 1960 – meninggal 12 Agustus 1988 pada umur 27 tahun) adalah seorang seniman berkebangsaan Amerika Serikat. Pertama kali dia memulai karir sebagai seorang seniman grafiti saat di Kota New York pada tahun 1970-an dan berkembang menjadi seorang pelukis ekspresionis dan neo-primitif. Sepanjang karirnya, Basquiat berfokus pada “dikotomi sugestif,” seperti kekayaan versus kemiskinan, integrasi terhadap segregasi, dan pengalaman batin versus luar. Karya Basquiat yang dimanfaatkan merupakan sinergi perampasan, gambar puisi, dan lukisan, yang dikawinkan dengan teks dan gambar, abstraksi dan figurasi, dan informasi sejarah dicampur dengan kritik kontemporer. Memanfaatkan komentar sosial sebagai “batu loncatan untuk kebenaran yang lebih dalam tentang individu”, lukisan Basquiat kadang menyerang struktur kekuasaan dan sistem rasisme.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Samolives.com

Kenangan Manis KB18 di Taman Ria Kota Palu

Bagi masyarakat kota Palu, bencana alam yang terjadi di tahun 2018 tentu menyisakan pilu. Gempa bumi dan tsunami yang menerjang berhasil meluluhlantakan berbagai tempat indah yang ada di sana. Salah...

Keep Reading

Kolaborasi Erratic Moody dan Abyan 'The Panturas'

Dua tahun belakangan agaknya menjadi waktu yang cukup sibuk bagi Erratic Moody. Usai melepas debut album Safari Semi di 2021 lalu, kini Erratic Moody kembali memperkenalkan karya teranyarnya berupa single...

Keep Reading

Eksperimentasi Bunyi di Album Kompilasi Common Tonalities

Common Tonalities adalah sebuah proyek yang mengeksplorasi sistem penalaan (tuning) dan tangga nada Asia Tenggara melalui teknologi musik modern untuk menciptakan musik baru. Dari November 2021 sampai Februari 2022, dua...

Keep Reading

Menuju Album Mini Perdana, Bananach Lepas Nomor "Sick Mind"

Berada di lingkar budaya “ketimuran”, kerap kali kita semua merasa terkungkung dan terbatasi dalam hal menuangkan ekpresi. Kwartet noise rock/post punk asal Bandung, Bananach, agaknya merasakan hal yang sama dan...

Keep Reading