Sakit Jadi Lagu

Dromme, band asal Bali yang dibentuk pada pertengahan 2016, merilis single baru berjudul Cotard. Single ini mengikuti Kabut Rasa dan Take Me yang sudah terlebih dulu dirilis. Dromme beranggotakan Jey pada synthyser dan programer, Yuniorika pada vokal dan Kharisma pada bass.

Tembang tersebut tercipta karena keinginan mereka untuk membuat lagu tentang Altschmerz, sebuah fenomena rasa sakit yang dikubur hingga menimbulkan kesakitan baru.

Dalam keterangan yang disebar, diketahui bahwa makna judul Cotard sendiri adalah keadaan di mana seseorang menganggap dirinya telah mati. Keadaan itu kemudian menimbulkan delusi ekstrim sekaligus penolakan terhadap eksistensi sehingga bisa diartikan sebagai salah bentuk sakit. Dari situ, berkembang pula pertanyaan-pertanyaan tentang esensi dan eksistensi.

Topik mendalam itu diawali oleh perbincangan Jey dengan Rika di home studio mereka yang kemudian diterjemahkan menjadi sebuah lagu utuh.

Awas, jangan tersesat. (*)

Teks: Rizki Firmansyah
Foto: Arsip Dromme

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading