Sajian Segar Wake Up, Iris! di Lagu “Nefelibata (Alternate Version)”

Setelah mengumumkan perubahan format instrumen dalam projek musik Wake Up Iris! Yang dimulai dengan single AUDEAMUS (2020), Wake Up, Iris! ingin memberikan pendengar setia mereka sedikit bocoran bagaimana rasanya lagu-lagu dari album perdana mereka, A U R E O L E (2018) jika dimainkan dengan format baru secara live. “Nefelibata (Alternate Version)” menjadi satu pijakan pertama untuk menjembatani karya-karya Wake Up, Iris ! berikutnya di album kedua, yang rencana akan dirilis di tahun 2022 mendatang.

Banyaknya panggung live yang tertunda dari tahun 2020 hingga akhir 2021, tidak membuat Wake Up, Iris! berhenti mengalami metamorfosis bentuk, dari instrumen sederhana yang terdiri dari viola, kickdrum dan gitar menjadi format yang lebih lengkap secara frekuensi dan karya yang lebih megah daripada sebelumnya. Nuansa baru ini sebetulnya sudah pernah mereka mainkan beberapa kali secara online.

“Mungkin pendengar kami di album pertama, A U R E O L E, agak kaget mendengar perubahan kami di lagu Audeamus, jadi sebelum membawa pendengar lebih jauh kepada karya-karya baru kami lainnya, kami ingin merilis salah satu lagu di album pertama, “Nefelibata”, dengan taste baru. Semoga rilisan ini bisa menjadi pintu gerbang yang baik untuk membawa kalian semua ke universe Wake Up Iris! berikutnya” jelas Bie Paksi.

Lagu Nefelibata sendiri berisikan semangat untuk berani membuka topeng kepalsuan dan menjadi diri sendiri dalam kehidupan seorang manusia.

Artwork Wake Up, Iris! Nefelibata

Selain merilis Nefelibata (Alternate Version) pada tanggal 19 November 2021 berupa lagu di streaming platform, Wake Up Iris! juga merilis karya audio visual live session di channel Youtube mereka untuk lagu yang sama dengan format baru. Karya ini adalah hasil kolaborasi Wake Up, Iris! Dengan Kamera Malang, Piranha Vape Malang, Televibes, Blue Sky Music Studio dan Dates Production.

“Walaupun pandemi, kami berusaha terus produktif, dari pembuatan musik baru untuk album kedua, dan juga live session. Kami ingin tetap membakar api semangat berkreasi di kalangan teman-teman yang terlibat dalam industri kreatif agar tidak patah arang dan terus berkarya” sambung Vania Marisca.

            Baca juga: Cerita Wake Up Iris! dari Jalanan Sumatera

Untuk artwork single Wake Up, Iris! memilih puluhan karya melalui sayembara #wakeupirischallenge. Karya Chole dari Mataram menjadi pemenang dan dirilis sebagai official artwork Nefelibata (Alternate Version).

“Saya sangat menyukai lagu Nefelibata, lagu yang sangat saya nikmati sekaligus mengenalkan saya kepada Wake Up, Iris!. Lagu ini sangat mewakili kehidupan saya.” Kata Chole dalam surel submission nya.

“Kami senang sekali dengan antusiasme teman-teman. Ada puluhan karya yang di submit, dari berbagai daerah seperti NTT, NTB, Mataram, Bali, Purwokerto, Yogyakarta, Jakarta dan banyak lagi hanya dalam kurun waktu 4 hari saja. Kami akan mengadakannya lagi, jadi pantau terus media sosial Wake Up, Iris! siapa tahu kalian dapat terlibat.” kata mereka berdua.

Kedepannya, Wake Up, Iris! mempersiapkan single baru untuk menghantarkan pendengar kepada semesta album ke dua, serta sedang merencanakan tur di tahun 2022. “ Tapi kami butuh bantuan pendengar, dari lahirnya album pertama dan bermetamorfosis menjadi musik yang seperti ini, kami selalu kebingungan genre musik kami apa. Kalau menurut kalian, kami masuk ke genre apa ya?” tutup Vania Marisca.

Wake Up, Iris! Sendiri adalah projek musik Bie Paksi dan Vania Marisca. Rilisan album pertama berjudul A U R E O L E di tahun 2018 dan single Audeamus di tahun 2020. Mereka juga sempat mengikuti dan berpartisipasi di konferensi musik internasional SXSW (Texas, USA) da, Zandari Festa (Seoul, Korea Selatan) di tahun 2018 dan melakukan beberapa tur di Indonesia dan Malaysia.

Visual: Wake Up! Iris!

Kenangan Manis KB18 di Taman Ria Kota Palu

Bagi masyarakat kota Palu, bencana alam yang terjadi di tahun 2018 tentu menyisakan pilu. Gempa bumi dan tsunami yang menerjang berhasil meluluhlantakan berbagai tempat indah yang ada di sana. Salah...

Keep Reading

Kolaborasi Erratic Moody dan Abyan 'The Panturas'

Dua tahun belakangan agaknya menjadi waktu yang cukup sibuk bagi Erratic Moody. Usai melepas debut album Safari Semi di 2021 lalu, kini Erratic Moody kembali memperkenalkan karya teranyarnya berupa single...

Keep Reading

Eksperimentasi Bunyi di Album Kompilasi Common Tonalities

Common Tonalities adalah sebuah proyek yang mengeksplorasi sistem penalaan (tuning) dan tangga nada Asia Tenggara melalui teknologi musik modern untuk menciptakan musik baru. Dari November 2021 sampai Februari 2022, dua...

Keep Reading

Menuju Album Mini Perdana, Bananach Lepas Nomor "Sick Mind"

Berada di lingkar budaya “ketimuran”, kerap kali kita semua merasa terkungkung dan terbatasi dalam hal menuangkan ekpresi. Kwartet noise rock/post punk asal Bandung, Bananach, agaknya merasakan hal yang sama dan...

Keep Reading