Sajian Puitik di Lagu Perdana ranggaranggon

Setiap hal yang ada di muka bumi agaknya selalu bisa menjadi inspirasi untuk sebuah karya. Bagi musisi, tentu inspirasi-inspirasi itu bisa muncul dari mana saja. Termasuk inspirasi dalam bentuk tanaman maupun proses dalam pertumbuhannya. Seperti juga yang dilakukan oleh musisi asal Sumatera Barat, ranggaranggon, yang mencoba memetik inspirasinya dari sebuah sari bunga.

Baru-baru ini ia telah memulai sepak terjangnya di dunia musik sebagai solois dan telah melahirkan karyanya yang perdana yang diberi tajuk “Sari”. Meskipun baru dirilis, nyatanya lagu ini sudah direkam sejak lama, yaitu dari September 2019. Entah ada keputusan apa hingga akhirnya lagu ini baru dirilis 2 tahun kemudian.

          Baca juga: Frys: Dreampop Buatan Padang

Dibuka dengan alunan gitar akustik sederhana, layaknya Tom Waits di lagu “I Hope That I Don’t Fall in Love with You”, lagu ini berlanjut pada penggalan-penggalan lirik yang terdengar cukup puitis. Seperti solois dengan gitar kopong kebanyakan, lirik selalu menjadi nyawa utama bagi lagunya. Lewat vokalnya yang terdengar solid dan merdu, ranggaranggon agaknya sedang mencoba untuk merengkuh sisi sensibilitas pendengarnya dengan sajian lirik yang bisa dimaknai lebih lebar dari sekedar ‘sari’ pada umumnya.

Berbicara tentang pemaknaan, seperti kita tahu, secara literal sari sendiri merupakan butir-butir pada bunga yang mengandung sel jantan seperti serbuk sari. Namun dalam hal ini, ranggaranggon mencoba untuk memaknai Sari lebih jauh, yaitu konotasi sari sebagai sosok wanita yang berjasa bagi hidupnya, seperti Ibu dan semua perempuan di dunia.

“Lagu ini bercerita tentang cinta dan kasih yang tak terhitung. Pengorbanan dan pengabdian selalu tak berujung. Maka terpujilah setiap Sari yang mekar di hati siapapun,” ujar pria yang akrab disapa ranggon ini.

Lewat lagu ini, ranggaranggon juga menandai hadirnya sebagai solois setelah sebelumnya tergabung dalam band bernama Lalang. Sayangnya, karena kesibukan masing-masing personil, proyek bermusik Lalang harus terhenti sementara waktu.

“Ini langkah baru. Semoga karyaku membawa kebaikan buat setiap para pendengar,” tutup ranggaranggon.

Bagaimana karya-karya ranggaranggon selanjutnya? kita nantikan saja.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari ranggaranggon

Mari Rayakan Akhir Pekan Di M Bloc Fest 2022

M Bloc Space merayakan ulang tahunnya yang ke-3 dengan membuat beragam keriaan: The Writers Festival (24 – 25 September), M Bloc Music Week (25 September – 2 Oktober), Pasar Wastra...

Keep Reading

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading