Sajian Naramajas Yang Khas

Dari Padang, grup musik yang terbentuk tahun 2022 dan menamai diri Naramajas ini mengusung musik pop sebagai kiblat utama dan menggarap lagu dari puisi. Bisa dikatakan bahwa Naramajas berusaha untuk mewarnai belantika musik Indonesia dengan kekhasannya itu.

Hal serupa pula yang disampaikan oleh Fajry Chaniago, manajer Naramajas. Lagu-lagu yang diciptakan Naramajas adalah lagu-lagu yang berangkat dari puisi-puisi yang terdapat dalam dua kumpulan puisi dari Komunitas Seni Nan Tumpah. Ada interpretasi ulang puisi yang kemudian mengalihwahakannya ke dalam lagu. Naramajas itu sendiri berasal dari dua kata, yaitu Nara dan Majas. Nara adalah orang dan Majas adalah perumpamaan. Harapannya, Naramajas mampu menjadi orang-orang yang mengubungkan banyak perumpamaan yang ada di dunia ini.

Dari segi penciptaan lagu, Tenku Raja Ganesha menjelaskan bahwa lagu “Sebait Malam Minggu” ini diciptakan sejak tahun 2019. Lagu ini pula yang menjadi lagu yang paling lama pengerjaannya jika dibandingkan dua lagu sebelumnya. Proses pengerjaannya diawali ketika baru mengenal Digital Audio Workstation (DAW). Membuat lagu dengan DAW secara digital justru hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Namun berbeda ketika dibuat dengan gitar akustik. Hasilnya jauh lebih baik. Semenjak pertama kali dibawakan pada Pekan Nan Tumpah 2019 hingga saat ini, lagu “Sebait Malam Minggu” telah mengalami banyak penyesuaian.

Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menyambut malam Minggu dengan cara yang berbeda. Malam Minggu yang seharusnya dinikmati bersama hiruk-pikuk jalanan, pantai, dan cafe-cafe yang dipenuhi oleh orang-orang kasmaran, malah menjadi sebuah pemandangan yang menakutkan oleh si tokoh yang ada di “Sebait Malam Minggu”. Baginya, kesenangan hanya akan didapati ketika dia jauh dari keramaian seperti dalam kamar. Membiarkan cinta datang seadanya. Membahagiakan diri dengan bercerita dengan sosok yang ada di dalam cermin. Sosok yang tidak pernah benar-benar meninggalkannya; dirinya sendiri.

Processed with VSCO with a4 preset

Sementara itu, penulis puisi “Sebait Malam Minggu”, Karta Kusumah, menjelaskan puisinya itu awalnya hanya sebagai pelampiasan terhadap suatu kondisi. “Bisa dikatakan bahwa puisi tersebut hanya untuk kebutuhan konsumsi pribadi. Namun beberapa tahun kemudian, Tenku Raja menggubah puisi tersebut sebagai lagu, dan hasilnya membuat saya gembira. Karena, ternyata, puisi yang sangat pribadi tersebut bisa diapresiasi dalam berbagai cara.

Di sisi yang lain, Hamdan Almi Putra sebagai artworker menjelaskan bahwa apa yang ia buat di sana adalah upaya untuk merepresentasikan lirik lagu Sebait Malam Minggu. “Ada dua tokoh yang kontras di sana. Malam Minggu sebagai hari yang selalu ramai dalam pikiran orang lain dan si tokoh malah memilih kamar sebagai tempat bermalam Minggu. Dalam artwork yang saya kerjakan, ada beberapa simbol yang saya masukkan. Ada yang yang realis dan juga simbolis dan saya susun sehingga berbentuk seperti jalan. Untuk konsep artwork saya memilih lebih bermain ke pop dan warna-warni. Saya memilih warna-warni karena musiknya yang ramai.

Editor : Brandon Hilton
Visual : Arsip Dari Naramajas

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading