Rrag Gambarkan Pemandangan Televisi di Nomor Terbaru

“Terbang kulihat tinggi di sana melayang-layang,” nyanyi Adjeng di awal lagu dengan tajuk “Pelikan”.

Lagu tersebut merupakan nomor terbaru dari unit indie rock asal Bogor, Rrag. Mereka menggambarkan terbangnya burung di judul dalam lagu tersebut. Dalam penulisan liriknya, mereka dibantu oleh Bayu Azni dari Swellow dan Diskotek.

“Biar kutanya ke mana tiba wahai pelikan,” lanjut sang vokalis.

“Sebuah interpretasi penuh kespontanan dari sebuah pemandangan yang Bayu saksikan melalui layar TV-nya kala itu,” jelas Rrag dalam keterangan persnya.

Lagu tersebut sudah digarap sejak dua tahun lalu. Riff gitar ditemukan oleh sang gitaris, Damas, dan disusul Bayu yang mengisi lirik selanjutnya.

“Pelikan” digarap tidak lama setelah mereka merilis album mini perdana bertajuk Eter di pada 2019. Dalam EP yang digarap bersama Janari Records untuk format digital dan Hujan! Rekords serta Kick It Records dalam format kaset tersebut, mereka memasukkan enam trek yang di antaranya Tua, Cold, Janari, dan Percaya. Tahun lalu mereka kosong karya, namun merilis dua video musik untuk “Percaya” dan “Sinar” yang juga bagian dari EP. Awal tahun ini, Rrag merilis sebuah lagu dengan judul “Violet”.

Rrag sendiri terbentuk pada 2018 dengan formasi Adjeng (bas, vokal), Acil (gitar, vokal), Damas (gitar, vokal), dan Wili (drum). Dalam karyanya, empat muda mudi Kota Hujan tersebut kebanyakan dipengaruhi oleh band-band indie rock dan indie pop 1990-an. Drum konstan di awal “Pelikan” ditambah gitar sepotong arpeggio lalu disusul gitar latar dengan distorsi yang hampir berat lumayan menggambarkan referensi mereka tersebut.

Biarpun belum ada rencana yang pasti, Rrag nampaknya sudah mempersiapkan beberapa kejutan ke depannya.

“Belum tau. Barudak hampir enggak pernah ada perencanaan matang jangka panjang. Semuanya serba spontan. Yang jelas kami masih bercita-cita punya album dan tur dan bawah teman-teman yang kocak-kocak tentunya”, ujar sang gitaris, Arafat atau yang biasa disapa Acil, dalam keterangan yang sama.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Rrag

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading