Ronie Udara, Kecintaannya Terhadap Sepak Bola dan Musik

Sepakbola dan musik bisa diibaratkan seperti teman serumah yang keduanya akan saling melengkapi demi menunjang sebuah perjalanan dan kecintaan disela-sela kejenuhan. Dan lagi, keduanya pun tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebagai olahraga yang sangat populer di seluruh dunia, sepak bola bisa dinikmati dan dimainkan oleh siapa saja. Dari anak kecil hingga orang tua, semua cinta akan sepak bola. Hal itu bisa dibuktikan bila gelaran Piala Dunia sedang digelar. Riuhnya tak hanya di negara penyelenggara saja, seluruh dunia pun juga turut merayakan. Segala atribut dan gelaran nonton bareng pun selalu bertebaran di mana pun.

Untuk musik, sangat sepi rasanya bila tidak ada lagu/yel-yel dari para pendukung ketika sebuah pertandingan sedang berlangsung. Dari yel-yel tersebut, para pemain bisa terpantik dan lebih semangat dalam menampilkan pertunjukan yang maksimal. Tercatat, banyak musisi yang tak segan untuk menciptakan lagu untuk sebuah klub kesayangannya. Salah satu yang sangat mencintai sepak bola adalah Ronie Udara. Dirinya adalah personil dari grup Rubah Di Selatan asal Yogyakarta, dan sekaligus supporter dari klub sepak bola asal Jakarta, Persija.

Bersama musik, dirinya selalu menyempatkan untuk melihat sepak bola secara rutin. Bukan mainnya, berkat musik juga, dia bisa mengunjungi stadion milik klub Bayern Munchen yaitu Allianz Arena, saat tur bersama Siasat Partikelir yang bertajuk Siasat Trafficking Europe Calling di tahun 2018 silam. Seperti apa ceritanya sebagai supporter sebuah klub dan sekaligus juga seorang musisi? Mari kita simak bersama di bawah.

konser ronie udara

Halo Ron, kondisi baik? Cerita dong awal mula kamu suka dan menggilai Sepak Bola!

Jadi flashback nih hehe.

Alasan mendasar pertama karena waktu kecil sering diajak nonton langsung bola di lapangan. Kedua, karena dulu waktu masih SD olahraga yg paling familiar dikalangan anak-anak di desa saya itu sepak bola. Ditambah rumah saya dekat banget sama lapangan sepakbola. Hampir setiap sore bermain sepakbola. Pernah juga sampai bermain Tarkam (antar kampung) sebutan kompetisi antar desa, kabupaten dll. Bahkan game favorit pun sepakbola (PES, FIFA) sampai saat ini.

Kalau boleh jujur, cita-cita dari kecil kalau ditanya guru atau saudara ya selain pengen jadi musisi pasti pengen menjadi pemain sepakbola. Sayangnya waktu itu akses (sekolah sepak bola dll) dan fasilitas di desa sangat kurang karena jauh juga dari kota, jadi sepakbola sebagai media untuk meluapkan sisi lain dalam diri selain musik saja. Ternyata jatuh cinta dengan bola bukan hanya perihal ingin menjadi pemain sepakbola. Tapi juga pemain ke-12 (Supporter) dalam hal ini The Jak Mania pendukung Persija Jakarta dan juga Timnas Indonesia.

“Loh. Kan Ronie asalnya dari Kabupaten lampung timur, kok suka sama Persija?” Pertanyaan yang seling keluar dari kawan-kawan hehe. Mencintai Persija pun dengan kejadian yang sangat sederhana, waktu itu sekitar kelas 4 SD saya sedang bermain PlayStation di tempat rental PS sore hari, disaat itu pula tv sebelah saya oleh yg punya rental PS dibuat untuk menyaksikan pertandingan sepakbola Liga Indonesia antara Persija Jakarta vs Persipura Jayapura. Melihat The Jak mania begitu ramai dan antusias menyanyikan lagu-lagu mendukung Persija, ditambah ada sosok Bambang Pamungkas ialah alasan kenapa akhirnya begitu tertarik dengan Persija. Dari saat itulah mulai mengenal dan hingga ikut komunitas Jak Metro (Lampung) terkadang saat SMP, SMA sering nyeberang laut (Lampung-Jakarta) untuk nonton langsung pertandingan Persija. Haha.

Bahkan spirit itu masih terjaga sampai sekarang. Tak jarang ketika jadwal dengan Rubah Di Selatan tak tabrakan dengan Persija atau Timnas Indonesia pasti ke Jakarta untuk nonton. Bahkan, ketika RDS ada undangan panggung didaerah Jabodetabek yg berdekatan dengan jadwal Persija, pasti memilih extended untuk nonton langsung haha.

Mungkin nilai kolektifitas dan semangat juang serta solidaritas, itu yg menjadi alasan kuat kenapa sampai saat ini masih cinta terhadap sepakbola. Bahkan, terkhusus Sepakbola Indonesia. Terlepas dari berbagai permasalahan dan kusutnya sepakbola dimasa lalu, namun Sepak bola Indonesia (Timnas dan Persija) memiliki tempat tersendiri dihati saya.

Jadi kalau disuruh memilih yang menjadi nomor 1 itu Persija atau Timnas?

Wah ini berat! Hahaha. Karena keduanya sangat kuat DNA-nya, dan kalau nonton langsung sama2 panas ini darah Hahhaa. Tapi yg menjadi beda cara jatuh cintanya itu duluan ke Persija. Setelah itu Timnas Indonesia. Karena waktu saya masih kecil sering banget nonton Persija Karena lagi sering melakukan pertandingankarena Liga Indonesia. Ditambah, rata2 pemain Persija itu langganan Timnas. Sebut saja Budi Sudarsono. Bepe dll.

Ada cerita spesial gak dari pengalaman kamu selama ini sebagai seorang supporter klub?

Pasti banyak, mulai dari kebersamaan sampai harus nabung uang jatah jajan dan dari uang nge-band buat jaga tradisi buat dukung Persija atau Timnas dan beli Jersey nya. Tapi, yg paling berkesan ialah, selalu dipertemukan dengan saudara baru. Bahkan, belum pernah kenal sekalipun sudah bersedia berbagi minum, makan bahkan tempat tidur ketika keluar kota. Karena mungkin memang point’ yg aku sampaikan di awal tadi. Solidaritas. Sepak bola mampu memutus sekat2 derajat manusia menurut ku.

Kedua, pengalaman yg berkesan lagi tentu nya bangga menyaksikan langsung Persija juara angkat piala di stadion GBK! Haha. Waktu itu 2018, final piala presiden lawan Bali United

ronie udara dan bambang pamungkas

Terus, kamu ada tergabung ndak di official supporter dari keduanya?

Ada mas. KTA Jakmania ku itu Jakmania Rawabelong. *KTA (Kartu Tanda Anggota)

Apa saja detil kegiatan yang ada di dalam kalo boleh tau?

Ada Kopdar. Yg paling sering Tour bareng nonton Persija hehe. Tapi karena aku banyak base di Jogja sekarang. Kadang sering aktivitas dengan kawan2 DIJ (Daerah istimewa Jakmania) untuk Jogja. Aktivitas nya sering Nobar Persija bareng kalau pas gak bisa nonton langsung di stadion. Futsal bareng dll hehe.

Melihat sering terjadi rivalitas antar satu klub kota dan yang lainnya, apakah itu berpengaruh juga dengan kehidupan bermusik yang ada di kota tersebut? Contohnya Persija dan Persib.

Saya fikir semua dimulai dari diri kita. Saya gak mau menyalahkan atau membenarkan mana yg paling sudah baik. Yg jelas, fanatisme itu ada. Dan kalau saya pribadi mencoba sangat fair play istilah bolanya dalam bergaul. Saya banyak kenal kawan-kawan musisi yg notabene mereka viking atau Bobotoh, dan mereka tau kalau saya juga Jak Mania, namun ketika saya ke Bandung juga mereka sangat welcome. Saya yakin juga para suporter Indonesia semakin dewasa saat ini. Tapi kadang yg bikin panas itu beberapa oknum yg gak bertanggung jawab. Akhir nya menimbulkan perselisihan. Tapi, kalau saya pribadi selalu berusaha untuk berjalan atas nama Respect kepada sesama Supporter bola. Dan harapannya, akhirnya bisa saling support kepada karya dan industri musik kita juga.

Korelasi yang cukup terasa dari musik dan sepakbola itu apa?

Saya rasa, Musik sebagai ruh dalam pertandingan sepakbola. Dimana musik dalam hal ini yel-yel Supporter dengan dentuman perkusi (basa drum dll), dan lagu2 spirit sebagai pemompa semangat bertanding bagi para pemain dilapangan dan juga kebanggaan bagi kami pemain ke-12 (Supporter).

Ada keinginan gak untuk membuat lagu bagi klub kesayangan kamu? Akan seperti apa bentuknya?

Udah buat mas, lagu untuk Persija. Judulnya “Bikin Bangga Jakarta” Intinya kita (Pemain dan Supporter) sama-sama satukan rasa raih juara dan bikin bangga Jakarta. Jadi buat spirit para pemain ketika berlaga, dan jadi pengingat semangat buat para Jak Mania

Oh ya, boleh ceritakan perasaanmu saat mengunjungi Allianz Arena saat tur Eropa kemarin?

Hahhaa.. gak nyangka rasanya. Karena biasanya liat stadion Allianz arena hanya di Tv dan PlayStation, akhirnya bisa menginjak kaki Disana langsung dengan memakai Jersey kebanggaan, Persija. Terimakasih untuk semua pihak yg telah mengadakan program Calling Europe tentunya.

ronie udara di allianz arena

Perbedaan besar dan detil dari stadion yang di luar dan di dalam negeri itu apa? Bisa dijelaskan?

Yangg pasti fasilitas ya. Seperti seat untuk penonton. Kualitas lapangan dan rumput nya. Dan juga teknologinya. Kalau di luar negeri sekelas stadion besar seperti punya Bayern Munich ada store, museum, dan restoran. Jadi fans lebih dekat dengan rumah nya (Stadion). Tapi di Indonesia sudah mulai ke arah situ stadion-stadion baru. Seperti punya Bali United. Stadion Papua bangkit. Stadion Batakan di Balikpapan dan juga Gelora Bung Karno

Ngomong-ngomong soal tur Eropa kemarin, hal apa saja yang menurutmu sangat penting untuk dilakukan dan dipersiapkan?

Pertama, penting banget memahami prihal tehnis band kita. Apalagi kalau kesempatan dapat tour yg nggk bisa bawa official crew, jadi ketika di venue ketemu dengan hal2 tehnis yg kadang sesuai atau nggk sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi kita, ya kita tenang aja karena kita faham banget gimana ngolah untuk adaptasi dan tentunya pas show juga bisa aman dan lepas perform nya.

Kedua, kesiapan batin ya haha. Dalam hal ini kesabaran yg lebih. Karena kadang ketika capek atau ketemu hal yg sifatnya gak pas dengan diri kita, pasti berontak secara emosional kepada sesama tim. Disaat itu harus sama2 longgarkan ego.

Terakhir, dokumentasi jangan lupa. Karena arsip yg baik, akan menjadi investasi band kedepan tentunya, baik secara historis maupun kesempatan kerjasama baru.

Menurutmu, negara mana yang paling tour friendly kemarin?

Kalau secara pihak penyelenggara dan pengisi acara, itu di Belanda. Dalam hal ini A Day In The Forest Festival. Karena promotornya si Marnix bela2in nemenin kita balik ke Amsterdam padahal mabuk parah, dan juga belum lama ini waktu band nya Ciao Lucifer tour ke Jogja, mereka maunya Rubah Di Selatan menjadi teman konser sekaligus kolaborasi karya baru dengannya. Sampai sekarang, masih komunikasi baik. Dan kadang suka share2 terkait info musik dengannya. Tapi kalau secara tim tour ya di Perancis. Bela2in kesesat di hutan kota buat cari makan dan sampai naik bus, drivernya gak mau dibayar. Habis itu kena omel pak kos karena ada alarm pengaman, yg lebih tragis lagi ada yg ketinggalan kereta. Haha. Tapi show di german tetap bisa berjalan lancar.

Oh iya, ini kan Siasat Partikelir mau bikin wadah baru, namanya SPTV. Nanti banyak arsip video yang bakal dimasukin, termasuk dokumenter tur kemaren dan video klip dari band2. Gimana menurutmu?

Program yg bagus mas. Karena bisa menjadi jembatan untuk para musisi kehalayak luas, dan juga bisa menjadi arsip karya yg baik tentunya. Karena menurut ku, akan sangat baik jika imbang antara ada pihak pengkarya dan pengarsip karya.

Ceritain dong soal OTW Records yang sedang kamu kerjakan saat ini!

Jadi, kegelisahan itu muncul ketika RDS pas sering dapat tour Sumatera dan Jawa beberapa waktu lalu. Nah.. dibeberapa kesempatan itu juga aku sering diajak sharing dengan kawan2 musisi kota setempat. Beberapa pertanyaan kawan2 ada yg mengarah gimana masukin karya ke Spotify dll gitu. Lalu curhat lah aku dengan kawan yg memang dia kerja di agregator music yaitu Believe, gimana yah. Lalu dia menyarankan mas buat aja agregator nanti mas bisa bantu kawan2 musisi untuk mendistribusikan karya nya. Lalu aku buatlah Otw Records. Kenapa Otw nama nya, karena “pada posisinya, kita semua (Agregator, Label, Musisi dll) sedang sama-sama dalam perjalanan (Otw) untuk menyebarkan karya.

Jadi, harapan nya Otw Records menjadi jalan untuk memfasilitasi itu. Gak hanya sebagai distributor karya. Tapi jangka panjang aku pengen buat program bantu tour mandiri band2. Promo radio. Dan juga cross talent. Serta bantu karya kawan2 ke publisher dan RBT (Ring Back Tone) gratis tanpa biaya submit. Karena pada dasarnya band kan belum bisa saat ini Direct langsung ke Spotify. Jadi harus melalui agregator. Saat ini udah lumayan yg submit lewat Otw Records mas. Ada dari Bandung. Jakarta. Makassar. Surabaya. Medan. Kalimantan. Dan beberapa menyusul dari Jogja. Nusa tenggara dll.

Harapan untuk sepak bola Indonesia seperti apa?

Untuk sepak bola Indonesia yg terdekat semoga segera bergulir kembali. Karena beberapa negara udah mulai jalan liga nya. Setelah ada nya Pandemi ini. Kedepannya, semoga semakin baik dalam pengelolaan baik Federasi, Liga, Timnas dan juga usia muda. Kalau semua berjalan baik, pasti berimbas baik juga ke Timnasnya dan Supporter nya. Nggak capek-capeknya juga, untuk liganya bersih dari mafia dan kambali ke esensi awal, bahwa sepakbola itu menghibur dan aman bagi warga negaranya.

Terakhir, gimana kamu mensiasati kondisi sekarang?

Pertama, stay safe dan selalu legowo terhadap setiap hal dan fikiran agar imun tetap baik dan produktif berkarya. Kedua, memaksimalkan apa yg bisa dimaksimalkan. Baik secara kelangsungan band atau kebutuhan pribadi. Misal mencoba tetap aktivasi konser walaupun harus online.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Ronie Udara

Film dokumenter dari Siasat Europe Calling yang melibatkan Rubah Di Selatan, akan segera bisa disimak di SPTV, kanal siar alternatif yang akan menjadi ruang bersama pengarsipan video musik dari grup musik/musisi tanah air sebagai apresiasi redaksi Siasat Partikelir atas kreasi audio visual dan musik. Pantau terus jangan sampai terlewatkan suguhan kejutan dari SPTV.

PARTIKILAS Part I: Mereka yang Berbagi Kabar di 2021

Untuk menyambut tahun 2022 yang penuh harapan, di bawah ini kami menyuguhkan kilas balik yang bersumber dari data dan dokumen internal Siasat Partikelir di sepanjang tahun 2021.

Keep Reading

Pesta Perayaan Ulang Tahun Geoff Max Akan Segera DIgelar

Selain ada beragam art installation, karnaval games, skateboard, dan special gift dari Geoff Max tentu saja akan ada pertunjukan musik. Panggungnya akan diisi oleh tiga belas nama, mereka adalah Peewee Gaskins, Rosemary, Starlit, Captivate, Ashshur, Bottle Smoker, Graysea, Phonetic, Divide, Summerlane, In Terrorim, Cvndy dan CJ1000.

Keep Reading

Menutup Tahun dengan Pesta Klub Kontemporer RAVEPASAR

RAVEPASAR adalah sebuah festival mandiri berbasis di Bali yang digagas secara kolaboratif yang terinspirasi oleh progresifitas seni multidisiplin dan budaya klub kontemporer yang menawarkan pengalaman audio visual. RAVEPASAR pertama kali...

Keep Reading

5 Alasan Kenapa Rock In Celebes 2021 Begitu Penting Untuk Disimak

Memasuki tahun ke-12, Rock In Celebes kian menunjukan taji atas kiprahnya di ranah festival musik. Tahun ini, festival yang berbasis di pulau Sulawesi tersebut kembali menggulirkan agendanya dan akan digelar selama 10...

Keep Reading