Rock In Solo Kembali Hadir dalam Format Bebeda

Setelah beberapa tahun vakum, salah satu festival musik rock raksasa yang berbasis di Jawa Tengah, Rock In Solo, akhirnya datang lagi di bulan Desember ini. Di tengah terpaan pandemi yang sampai saat ini belum berakhir sepenuhnya, beberapa penyesuaian pun dilakukan, salah satunya gelaran yang tahun ini diberi tajuk  “Rock In Solo Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo” ini akan digelar secara hybrid; daring dan luring dan akan terselenggara di tanggal 18 Desember 2021 mendatang.

“Tantangan yang dihadapi saat ini jelas lebih besar. Sambil menunggu marwah dari kata “festival” benar-benar bisa dikembalikan lagi ke habitatnya, Rock In Solo mencoba beradaptasi dengan keadaan saat ini, yang tentunya diharapkan bisa sepenuhnya pulih walau secara perlahan.” Jelas pihak Rock In Solo dalam keterangan resmi. “Oleh karena itu, sebuah panggung pemanasan bertajuk Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo dinyatakan siap digelar pada tanggal 18 Desember 2021 di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Solo.” Lanjutnya

Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo sendiri adalah bagian dari semesta Rock In Solo yang bukan berbentuk festival, melainkan sebuah pertunjukan musik. Acara ini ditujukan sebagai transisi menuju gegap gempita Rock In Solo ke-10 yang rencananya akan berlangsung pada tahun 2022 mendatang.

Dengan mengangkat tema besar musik perubahan peradaban karena terinpirasi dari kondisi yang melanda dunia dalam dua tahun belakangan, Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo juga coba memposisikan diri sebagai bentuk usaha yang nyata dari doa-doa baik agar keadaan pagebluk segara enyah dan kehidupan berjalan normal seperti sedia kala.

Nantinya, “Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo” akan menampilkan wajah kota Solo dalam bentuk yang garang pula brutal melalui Down For Life, sang putra baja kebanggaan. Tidak ingin tampil sendiri dan tahu benar bahwa Solo adalah kota dengan budaya yang kaya, Down For Life akan berkolaborasi dengan sederet musisi dan seniman Solo lainnya selama 90 menit waktu berlaga.

Gondrong Gunarto dipercaya sebagai pengiring penampilan mereka dengan komposisi musik kontemporernya yang apik, serta Luluk Ari yang selalu menghipnotis setiap penonton melalui gerakan koreografinya juga dilibatkan.

Down For Life yang dibanyak kesempatan sering berbicara tentang regenerasi musik di Solo, juga telah menunjuk beberapa calon pemegang estafet semangat ini untuk turut berkontribusi. Ada Djiwo, Pinthus dari band Bandoso, dan Kokom dari band Panadoid Despire secara khusus disiapkan sebagai vokalis tamu dalam repertoir Down For Life nanti. Tidak hanya itu, musisi keroncong Endah Laras, Doel dari band Pecas Ndahe sekaligus komedian ulung, sinden Whawin Laura dan gitaris DD Crow dari Roxx juga akan ikut meramaikan pentas.

Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo rencananya akan diadakan dalam dua format, secara online dan offline. Mereka menjanjikan sebuah perpaduan tata ruang yang apik dengan sajian visual serta bunyi yang megah hasil kawin silang dari musik keras, gamelan kontemporer, dan performing art.

Tiket pertunjukan Apokaliptika: A Journey of Rock In Solo sendiri dibanderol seharga Rp 50.000,- dengan syarat tambahan bagi para penonton yang berencana untuk menyaksikannya secara langsung berupa hasil negatif pada swab test Antigen dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum acara berlangsung, sudah tervaksin minimal satu kali, dan scan barcode di aplikasi Peduli Lindungi. Kapasitas venue juga hanya akan diisi sebanyak 30% dari total kapasitas, sesuai dengan peraturan dari pemerintah daerah Surakarta.

Visual: Arsip dari Rock In Solo

Rayakan Dua Rilisan Baru, Extreme Decay Siapkan Pertunjukan Spesial

Sebagai pesta perayaan atas dua rilisan anyar mereka. Sekaligus mengajak Dazzle, TamaT, dan To Die untuk ikut menggerinda di kota Malang. Extreme Decay bersama Gembira Lokaria mempersembahkan konser showcase spesial...

Keep Reading

Disaster Records Rilis Album Debut Perunggu dalam Format CD

Pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini memang membuat segala recana menjadi sulit terwujud. Namun bukan berarti berbagai kendala yang ada menyurutkan semangat para musisi untuk terus...

Keep Reading

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading