Robot Meledak, Daft Punk pun Berakhir

28 tahun bermusik bukanlah waktu yang sebentar dan kabar bubarnya Daft Punk tentu menjadi suatu hal yang mengejutkan sekaligus menyedihkan. Baru-baru ini duo musisi dance asal Perancis itu secara resmi telah mengumumkan kabar tentang perpisahannya kepada para penggemar. Duo yang dikenal karena penampilan ikoniknya menggunakan helm robot di setiap penampilannya, telah merilis sebuah video perpisahan mereka yang berdurasi nyaris 8 menit di YouTube berjudul “Epilogue” pada Senin (22/2) kemarin. Seketika para penggemar pun membanjiri kolom komentar, dan keriuhannya berlanjut di jagat sosial media. Tentu, sebagian besar dari mereka menyayangkan kabar tersebut.

Dikutip dari Pitchfork, perwakilan dari Daft Punk, Kathryn Frazier, telah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut, namun ia tak memberikan penjelasan lebih jauh. Duga-menduga soal bubarnya Daft Punk memang sudah menjadi pembicaraan sejak lama, terutama sejak Thomas Bangalater menderita sebuah penyakit  tinnitus dari tahun 2002 yang membuatnya tidak bisa lagi bermain musik seperti biasanya. Namun tentu saja, kabar perpisahannya ini menjadi suatu hal yang menyedihkan, terlebih ketika melihat begitu besarnya jasa Daft Punk bagi perkembangan musik EDM juga konsep seputar futurism di dalamnya.

Dalam video berjudul “Epilogue” yang diambil dari footage film ‘Electroma’, sebuah film yang Daft Punk rilis pada 2006 tersebut memperlihatkan dua personil Daft Punk, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo, sedang berjalan menyusuri antah berantah sebuah gurun pasir yang begitu luas sambil mengenakan pakaian khasnya, sebuah jaket hitam bertuliskan Daft Punk di punggung lengkap dengan helm mengkilat berwarna silver dan emas. Pada satu titik, salah satu dari mereka berhenti berjalan, dan memperlihatkan detonator yang terpasang di punggungnya, yang kemudian dipencet oleh rekannya. Salah satu dari mereka pun berjalan menjauh, dan akhirnya meledak berkeping-keping. Seakan merepresentasikan sebuah perpisahan, Epilogue pun ditutup dengan semburat matahari terbenam.

Daft Punk sendiri dibentuk pada tahun 1993 oleh kedua kawan yang bertemu semasa sekolah, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo. Nama Daft Punk sendiri dicomot dari majalah Melody Maker yang menyebut musik mereka sebagai “a daft punky thrash”. Guy dan Thomas akhirnya resmi memperkenalkan nama Daft Punk dengan merilis album debutnya, Homework, pada 1997. Album tersebut berhasil menembus Top 10 chart musik Inggris, berkat single ‘Da Funk’ dan ‘Around the World’.

Sedangkan untuk penampilannya menggunakan helm robot dan serba-serba citra futuristiknya diketahui  baru dimulai sekitar tahun 2001, ketika mereka merilis album berjudul “Discovery”. Waktu pun berlanjut, Daft Punk terus melahirkan beberapa album monumental, termasuk album “Human After All” (2005) juga album “Alive” (2007) yang direkam di sebuah klub malam di Brimingham, Inggris. Single terpopuler mereka adalah Get Lucky, yang menampilkan Pharrell Williams dan Nile Rodgers. Lagu tersebut menduduki peringkat pertama di tangga lagu di seluruh dunia pada tahun 2013. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Di sisi lain, berbagai penghargaan pun telah mereka dapatkan. Diketahui Daft Punk pernah dinominasikan untuk 12 penghargaan Grammy, enam di antaranya mereka menangkan. Empat kemenangan itu diraih pada 2013 untuk Random Access Memories dan Get Lucky, termasuk kemenangan untuk kategori Record of the Year dan Album of the Year. Di tahun 2006, Daft Punk menulis sebuah naskah dan menyutradarai film sci-fi berjudul Electroma, yang menceritakan tentang dua robot yang mencoba menyamar sebagai manusia. Dan, video “Epilogue” yang Daft Punk unggah untuk perpisahaannya terakhirnya itu merupakan penggalan dari film tersebut.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading