Riwayat Antik di Balik Nama “M&M” dan Seteru Eminem

Nama suatu apapun, atau sebutan atau apalah itu, biasanya ada riwayat unik atau “antik” di balik itu. Termasuk sebuah nama untuk musisi, misalnya. Penamaan musisi dan band terkenal tak jarang diambil dari masalah kontroversi yang ia buat, dan bisa juga dari saking kreatifnya dia. Sebagian di antara mereka beranggapan bahwa nama atau sebutan itu penting. Ada makna yang benar-benar sangat personal pada sebuah nama, juga bisa jadi nama itu sangat dekat dengan nilai-nilai budaya yang ia percaya. 

Nama dapat menjadi identitas diri bagi seorang musisi. Di kemudian hari publik akan mengingat-ingat seorang musisi hanya karena sebuah nama. Sebagian yang lain percaya bahwa nama tak punya arti sepenting itu. Muncullah nama-nama lucu, absurd, bahkan konyol sekalipun. Berikut asal-usul “M&M”, nama panggilan Eminem di panggung terdahulu, yang sempat jadi sumber seteru antara ia dan merek permen itu. 

Eminem, musisi dengan banyak nama. Begitulah rapper 47 tahun itu dikenal. Ia lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III. Tak jarang pula ia disapa “Slim Shady”. Di “8 Mile”, film biografi untuknya, Scott Silver sebagai penulis naskah berkisah dalam film arahan Curtis Hanson itu. Di usia 14, kata Scott, sewaktu ia mulai ngerap dengan teman sebaya di bangku SMA Mike Ruby, Eminem mengadopsi nama “M&M” – juga nama dia di panggung di kali pertama, juga singkatan dari nama lahirnya. 

Tetapi M&M tak lagi Eminem pakai kini, di akhir 1990’an tepatnya. Ada persoalan hukum lagi jika nama itu berani ia gunakan kembali. Ada yang sama dengan namanya. M&M ialah merek sebuah permen pula. Berbentuk bulat gepeng berlapis cokelat dengan varian warna, merek dagang ini dilempar ke pasar di 1941 – dahulu, camilan yang sudah diedarkan ke 100 negara itu bernama “M&M’s”, barulah sekitar selama 1990’an berganti “M&M” dan sampai hari ini memasang nama “M&M” lagi. Umur merek ini sudah menginjak tahun ketigapuluh satu saat Eminem lahir malahan ketika itu. 

Kebetulan juga merek M&M sudah dipatenkan kala itu. Telah ada Undang-Undang soal hak merek berpaten di Negeri Paman Sam. Lagi pula M&M gusar namanya digunakan sebagai panggilan untuk rapper kelahiran 1972 itu. Sebelum pernyataan keberatan resmi keluar, pihak perusahaan mengeluh penjualan produknya itu menurun. Sejumlah konsumennya menuduh keuntungan yang diraup perusahaan sebagiannya diserahkan si pemenang 15 Grammy itu. Belum banyak pendengar musik, yang awam terlebih, menyukai rap di tahun-tahun itu. Musik hip hop ini identik dengan budaya kulit berwarna, ia dianggap musik rusuh di sana, musik kaum rendahan bahkan dalam hikayatnya. 

“Apabila tak ada lagi perlindungan merek dagang,” kata M&M di persidangan yang diwakili seorang pengacara, “nama ‘M&M’ dapat digunakan untuk ratusan nama yang terdengar serupa. Sudah barang tentu, ini akan mengurangi kualitas dan keunikan tunggal dari nama sebuah produk.” Pendamping hukum Eminem membela. Ia berkata: “Harus ada bukti obyektif jika nama kami yang sama itu dapat memicu pendapatan perusahaan berkurang.” Di luar sidang, sambil menyindir Eminem mengutarakan minatnya. Sekira diberi kesempatan kelak, untuk merek permen itu ia ingin sekali menjadi bintang iklannya. 

“Nanti dalam iklan itu, merek M&M yang terkenal itu palingan akan ikut bernyanyi dan menari. Mereka bakal mengikuti rap yang jadi musik pengiring dalam iklan itu.” Meski sempat berseteru, bersengketa soal siapa yang paling berhak dipanggil “M&M” antara ia dan merek dagang itu, uniknya dua pihak saling bahu di kemeriahan the April Fools’ Day di April 2018 lalu, hari di mana seseorang diizinkan berbohong dan melucu. “Kolaborasi yang sudah ditunggu selama beberapa waktu,” tulis Eminem di caption akun Instragamnya itu, seoalah menyinggung kembali kejadian masa lalu.     

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip M&M

PARTIKILAS Part I: Mereka yang Berbagi Kabar di 2021

Untuk menyambut tahun 2022 yang penuh harapan, di bawah ini kami menyuguhkan kilas balik yang bersumber dari data dan dokumen internal Siasat Partikelir di sepanjang tahun 2021.

Keep Reading

5 Alasan Kenapa Rock In Celebes 2021 Begitu Penting Untuk Disimak

Memasuki tahun ke-12, Rock In Celebes kian menunjukan taji atas kiprahnya di ranah festival musik. Tahun ini, festival yang berbasis di pulau Sulawesi tersebut kembali menggulirkan agendanya dan akan digelar selama 10...

Keep Reading

Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan...

Keep Reading

Nada Siasat: Pekan Pertama Penutup Tahun

Di awal bulan Desember ini kami merangkum berbagai karya musik yang datang dari beberapa musisi. Diantaranya datang dengan berbagai tema, mulai dari gulana ditinggal cinta sampai harapan-harapan yang muncul setelah...

Keep Reading