Riuh Kebisingan di Mbanggel Noise Festival Besutan Banyunoise

Di era modern ini perkembangan akan eksplorasi kesenian sangat beragam. Mulai dari eksplorasi suara atau pun visual lainya, terjawab sudah salah satunya oleh Banyumas Experimental Club. Suatu kolektif yang tumbuh di Purwokerto dalam bidang experimentasi suara ataupun visual dan segala linier kesenian lainnya. Menjadi suatu ruang atau laboratorium bagi individu atau pegiat seni lainnya untuk mencurahkan ide dan gagasan serta wacana yang akan ditawarkan untuk dikerjakan agar menjadi suatu pengkaryan yang lebih estetis.

Lewat kebisinganya “noise” Banyunoise berhasil menciptakan fenomena musik yang mengundang perhatian, bukan hanya dari kalangan masyarakat Purwokerto saja, namun melalui aksi-aksinya mampu mencuri perhatian bagi pegiat musik lainya di luar purwokerto untuk menikmati dan mengapresiasinya. Fenomena itu terjadi bukan tanpa alasan. Karena banyunoise hadir untuk menawarkan kultur yang baru di Purwokerto bagi yang merindukan progresifnya musik “avant garde” lewat Gerakan bawah tanahnya melalui improvisasi tanpa batas, mempelajari dengan cara otodidak, serta memahami teknis penemuan masing-masing alat sendiri untuk menjadikan sumber suara yang nantinya diolah menjadi sedemikian rupa. Perihal aktivitasnya sendiri banyunoise tidak melulu soal pementasan saja, melainkan para awak yang ada didalamnya melakukan aktivitas lain diantaranya yaitu workshop, diskusi, dan segala aktivitas lainya.

Belum genap usia satu tahun, kolektif Banyunoise berhasil menyelenggarakan perhelatan festival noise secara hybrid yaitu online dan offline. Tentu, ini menjadi agenda yang sangat menarik. Karena lewat ini lah banyunoise lebih memperkenalkan noise ke pada khalayak umum sebagai identitas kolektif. Gelaran ini pun turut menghadirkan musisi atau seniman lintas daerah maupun lintas negara.

Tema yang diangkat pada festival pertama ini yaitu “MBANGGEL”. Mbanggel dalam istilah banyumas yaitu menggambarkan situasi dimana Ketika kita menangkap seekor ular, ular tersebut akan menyerang balik. Menggunakan spirit Mbanggel tersebut banyunoise berani untuk mengadakan festival untuk kali pertamanya.

Festival yang diselenggarakan di dua tempat ini yang pertama secara online disiarkan di kanal YouTube banyunoise untuk partisipan yang tidak bisa hadir di purwokerto, dan secara offline diselenggarakan di sebuah coffe shop di purwokerto yaitu kopi kebon. Untuk agenda serangkaianya sendiri mulai dari tanggal 12-13 november 2021.

Untuk penampil yang ikut berpartisipasi antara lain ada; Purgist (polandia), Circuit Torture (Depok), SAABA (Tangerang), 505 (Purwokerto), Karnivulgar (Surabaya), Tusuk Lubang Telinga (Depok), P.T.R.K (Depok), Jaconoise (Berlin), WAHN (Solo), OTTR (solo), Kalasvvara (Purwokerto), STYD (Purwokerto), Hvft (Purwokerto).

Tentunya, semua penampil tidak ditampilkan langsung dalam satu waktu. Melainkan dibagi menjadi 2 sesi yaitu online pada tanggal 12 november 2021 dan sesi offline pada tanggal 13 november 2021.

Keseluruhan agenda tersebut gratis dan dibuka untuk umum, dan pentonton yang menyaksikan secara offline datang ke kopi kebon menikmatinya dengan enjoy dan kondusif serta yang paling penting tetap menjaga protokol Kesehatan secara ketat karena acara berlangsung masih ditengah situasi pandemi.

Teks: Wildan (Kontributor)
Visual: Arsip dari Banyunoise

Rock In Solo Kembali Hadir dalam Format Bebeda

Setelah beberapa tahun vakum, salah satu festival musik rock raksasa yang berbasis di Jawa Tengah, Rock In Solo, akhirnya datang lagi di bulan Desember ini. Di tengah terpaan pandemi yang...

Keep Reading

Seperangkat Alat untuk Menopang Rumah Tanggamu dari Radiohead

Radiohead telah mengumumkan sekumpulan merchandise untuk mendukung promosi album kompilasi plus plus mereka, Kid A Mnesia. Beberapa barang dagangan band asal Inggris ini lumayan bisa dijadikan kado pernikahan untuk pengantin yang...

Keep Reading

The Hauler Rawk yang Bangkit dari Reruntuhan Palu

Bicara soal musik di Kota Palu ternyata bukan lah mantan wakil wali kotanya saja. Kota tersebut juga menjadi tempat bersemayam banyak pembawa musik keras yang aktif mengeluarkan karya. Setelah sebelumnya...

Keep Reading

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading