RISINGROAD, Potensi Besar Selanjutnya dari Makassar

Makassar, kota besar yang ada di pulau Sulawesi ini selalu punya daya tarik yang membuat orang terus berpandang ke sana. Pesona alam, makanan, industri kreatif, dan musik. Empat pilar ini terus menjadi andalan dari kota ini, dan terus menerus berkembang. Untuk musik, nama-nama  yang ada pun tak bisa dipandang sebelah mata. Karya yang dimiliki oleh mereka bisa disandingkan dengan tempat lain, salah satu band potensial yang ada di sana adalah RISINGROAD. Dibentuk pada akhir tahun 2017, band yang digawangi Reditya Wardhana (Vocal, Bass, Affandy Dermawan (Gitar), dan Achmad Reza (Drum) ini, menjadikan band ini sebagai tempat atau wadah untuk melepaskan segala hal yang berkaitan dengan keresahan mereka di kehidupan. Contohnya seperti kegilaan yang ada di sosial, politik, alam yang setiap hari terus dieksploitasi, dan banyak lainnya.

Seperti band kebanyakan, permulaan semua ini terjadi atas dasar pertemuan antara Redit dan Fandy di sebuah gigs di kota Makassar persembahan Wildpunx Kolektifa yang bernama “Tribute To Motorhead” pada akhir tahun 2017. Di sana mereka tampil bersama Aldy yang kala itu masih sebagai drummer sementara di tubuh band ini. Lanjut cerita, mereka pun vakum selama 2 tahun, dan di pertengahan 2019, Redit (Vocal, Bass) mulai menulis beberapa lirik lagu serta lagu pertama yang berjudul “Bara Regenerasi”, dan kemudian menjadi judul Ep perdana dari mereka.

RISINGROAD memang terlahir untuk memainkan gaya musik garang yang memiliki tempo cepat, tegas dan lugas, khas Trash Metal/Hardcore Punk. Mengambil ketukan D-Beat di setiap lagu, yang dibalut dengan sound gitar tajam, sound bass yang pecah, serta geraman vocal yang berat nan meraung raung sebagai luapan emosi, RISINGROAD pun telah merilis EP perdananya di bulan Oktober tahun 2020 kemarin.

EP perdana RISINGROAD yang bertajuk “Bara Regenerasi” diamunisikan dengan 5 peluru cepat yang siap menghajar siapa saja yang mendengarnya. Salam pembuka dari EP ini adalah lagu yang berjudul “Api Belantara”, latar belakang lagu ini tercipta karena terinspirasi dari kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada tahun 2019 silam. Yang mana, lahan seluas 134.227 hektar habis dilahap si jago merah.

“Setiap kebakaran hutan dari sudut pandang kami adalah kepentingan kaum politik dalam upaya pembebasan lahan untuk membuat pergerakan proyek-proyek negara lebih cepat.” Terang mereka.

Keseluruhan materi yang ada di EP ini penuh akan rasa kesal, kecewa, dan prihatin terhadap kondisi negara dan kehidupan lain yang ada di luar sana, yang selalu saja memiliki sisi gelapnya. Dan hal itu pun seperti tak ada habisnya, karena sumber masalah terbesarnya ada di kepala dan sistem yang berlaku. Ancaman perang pun terus menghantui banyak orang, di zaman yang serba canggih ini, kehidupan bukannya makin mudah, tetapi makin mencekam. Selain EP, mereka juga baru saja merilis sebuah single baru yang berjudul “Evershit Reality”.

“Di lagu ini menceritakan tentang cerminan dari apa yang kami lihat setiap harinya akan hal berbau bodoh dinegara ini sudah rahasia umum pembodohan para petinggi negara dari mulai kasus virus sampai perebutan tahta jabatan, segala sesuatu yang memuakkan di realitas hidup.” Tutup mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Risingroad

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading