Rilisan Berikutnya dari Elevation Records

Tak jarang, label yang ada di Indonesia kalah cepat dengan label-label musik yang ada di luar negeri dalam urusan merilis ulang album monumental yang datang dari masa lalu. Katakanlah salah satunya adalah album “Dheg Dheg Plas” milik Koes Plus yang dirilis ulang oleh Sublime Frequencies yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat. Atau kompilasi “Those Shocking Shaking Days Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970-1978.” yang secara mencengankang dirilis oleh label asal Amerika, Now Again Records, atau juga album eklektik Guruh Gypsy dan Ghede’s Chokras milik Shark Move yang dirilis oleh Shadoks Music asal Jerman. Seakan tak mau mengulangi peristiwa serupa, sebuah label rekaman asal Jakarta, Elevation Records, kini sedang getol merilis ulang album-album esensial Indonesia.

Setelah berhasil merilis ulang album Gombloh Live Gila dan album fenomenal milik Rotor “Behind the 8th Ball” dalam format fisik piringan hitam, kini dikabarkan Elevation Records akan merilis kembali satu lagi album mahakarya milik Lemon Tree’s Anno ’69 bertajuk “Nadia & Atmospheer” yang di mana Gombloh adalah personil di dalamnya.

“Gombloh begitu besar pada zamannya, namun karena dia dari Surabaya dan jauh dari pusat upaya peng-canon-an musik Indonesia, tidak banyak lagi yang membicarakannya ketika membicarakan musik pop Indonesia,” terang Elevation Records.

“Padahal ada begitu banyak album yang monumental dan berpengaruh, mulai dari Nadia & Atmospheer, Kebyar & Kebyar, Sekar Mayang, yang berbahasa Jawa hingga album Live Gila, yang kami di Elevation Records baru saja rilis ulang dalam format vinyl,” lanjutnya.

Gagasan ihwal perilisan ulang album “Nadia & Atmospheer” ini bermula dari perilisan ulang album “Live Gila” milik Gombloh, di mana sejak perilsan tersebut Elevation mendapatkan semangat baru untuk lebih dalam menggali musik sang maestro dan menemukan begitu luasnya samudra musik Gombloh. Mereka kemudian memutuskan untuk merilis ulang album pertama “Nadia & Atmospheer”. Secara musikalitas, di wilayah aransemen dan tema, album ini yang paling ambisius dan kompleks.

Namun dikabarkan, bahwa duplikasi awal album ini sangat buruk, pelan dengan spektrum stereo yang agak kabur hingga memmbuatnya sulit untuk dinikmati dengan segala macam nuansanya. Dengan master tape yang disediakan oleh Bravo Musik, akhirnya Elevation memulai proses remastering, yang dikerjakan oleh Hamzah Kusbinyanto.

“Pagi ini test pressing kami terima dan semua warna menjadi cerah dan kaleidoskopik,” ungkap Elevation Records.

Di wilayah visual sampul album, dalam format kaset yang dirilis pertama oleh Indra Records, sejatinya sudah menyimpan beragam makna di dalamnya. Dan Elevation sempat ragu apakah sampul tersebut perlu untuk direka ulang. Kemudian desainer Aditia Wardhana, yang sebelumnya mengerjakan sampul album Rotor “Behind the 8th Ball”, melakukan pekerjaan yang hampir mustahil itu.

“Secara teknis tidak mudah melakukan proses reissue “Nadia dan Atmospheer,” namun justru di situlah kami semakin bersemangat. Semuanya adalah labor of love. Kami sempat dengar ada label asing yang berniat melakukannya baru-baru ini. Tapi kami sudah memulainya terlebih dahulu. Ini adalah album kedua dari proyek rilis ulang trilogi musik Gombloh,” pungkas Elevation Record.

Dikutip dari blog pribadi mendiang Denny Sakrie, Lemon Tree’s merupakan kelompok yang dibentuk Gombloh di Surabaya pada tahun 1969, dan anggotanya antara lain Leo Kristi bersama Franky Sahilatua. Di album bertajuk “Nadia dan Atmosphere” ini Lemon Trees terdiri atas Gombloh (vokal,gitar,perkusi), Wisnu Padma (keyboard,biola,flute), Totok Tewel (gitar elektrik), Tuche (bas), Gatot (gitar) serta penyanyi latar (Lorena,Reiny C dan Ais).

Untuk tanggal perilisannya sendiri belum dikonfirmasi. Namun yang jelas album “Nadia & Atmospheer” bakal segera hadir dalam format piringan hitam. Kita nantikan saja…

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Elevation Records

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading