Rilisan Berikutnya dari BLOODMOON

Produser elektronik dan vokalis kelahiran Indonesia yang sekarang berbasis di Berlin, BLOODMOON (alias Dougy Mandagi dari band asal Melbourne, The Temper Trap) baru-baru ini kembali merilis single terbarunya bertajuk “All In Place”, bersama teman dekat dan kolaboratornya, Bearcubs. Lagu ini tersedia untuk dibeli/didengarkan lewat label baru asal Inggris Eat Your Own Ears Recordings, bekerja sama dengan Future Classic dan Liberation Records.

Nomor “All In Place” mempertemukan vokal Dougy yang khas dengan produksi sederhana dari Bearcubs (alias Jack Ritchie) ke dalam sebuah representasi yang cakap atas nuansa emosional dari lanskap elektronik kota tempat tinggal mereka, Berlin. Sebagai penghormatan atas akar budaya Bali Dougy, lirik lagu ini berbicara tentang perjalanan pencarian diri dan keteguhan untuk menerima transisi berani yang diambilnya, baik dalam kehidupan musik maupun pribadi. Kata Dougy tentang ‘All In Place’: “Lahir di sebuah studio kamar tidur super kecil di Berlin dan ditulis bersama teman/kolaborator saya Bearcubs, saya sangat senang akhirnya merilis lagu ini. Terinspirasi oleh perjalanan saya dan warisan Bali dalam diri saya, lagu ini merangkum petualangan saya dalam mencari identitas kreatif. Sebuah perjalanan tanpa akhir, namun saya harus tetap melanjutkannya.”

‘All In Place’ dirilis menyusul single perdana BLOODMOON, “Disarm”, sebuah trek yang pertama kali muncul sebagai soundtrack FIFA 2022 di awal tahun ini dan menarik perhatian banyak penggemar berbulan-bulan sebelum perilisan resminya. Sejak itu, lagu ini telah mengumpulkan lebih dari 1 juta streams dan mendapat dukungan dari berbagai platform streaming musik hingga radio, termasuk di antaranya diputar di R1, R2, dan BBC 6Music.

Bertransformasi dari bocah Indonesia yang tumbuh besar di Amerika, menjadi seorang remaja dengan aksen Amerika yang kental di sebuah sekolah menengah di Bali, dan kemudian menjadi satu-satunya penyanyi Asia di kancah indie rock awal 2000-an Melbourne yang homogen, Dougy selalu merasa seperti orang asing. Setelah The Temper Trap mengukuhkan diri sebagai salah satu musisi internasional terbesar Australia pada dekade ini, dengan 1 juta album terjual di seluruh dunia, sertifikasi platinum di AS & Inggris, nominasi BRITS, juga 2 album yang menduduki peringkat #1 di tangga lagu ARIA dan 4 penghargaan ARIA di dalam negeri, Dougy memutuskan untuk hiatus di tahun 2016, mencari sesuatu yang baru dan dekat dengan dirinya. Dougy pindah dari London ke kota yang kini menjadi rumahnya, Berlin, dan di sanalah BLOODMOON lahir. Setelah sejumlah pengalaman yang mengubah hidup di klub ternama Berghain — Dougy memantapkan diri untuk menjalankan passion di ranah musik elektronik.

Bearcubs adalah proyek solo imersif dari artis elektronik kelahiran UK yang berbasis di Berlin, Jack Ritchie. Setelah merilis 3 album dan 2 EP, Bearcubs berhasil menelurkan sebuah kombinasi unik antara musik elektronik yang emosional, future garage, dan musik house lo-fi dalam produksinya yang teliti. Dengan berbagai rilisan yang mendapat dukungan dari nama-nama besar di industri seperti Annie Mac, MistaJam, dan Huw Stephens dari BBC Radio 1, dan pujian atas talentanya dari berbagai tastemaker seperti Mixmag, The Fader, Dancing Astronaut, Clash, Flaunt, dan i-D, Bearcubs adalah sosok mapan di skena musik elektronik UK dan internasional.

Visual: Arsip dari BLOODMOON

Penanda 17 Tahun GBS Berkarir

Gugun Blues Shelter kembali merilis single kedua setelah sebelumnya pada pertengahan tahun 2022 mereka merilis single Jingga. Kali ini, trio Gugun, Bowie & Fajar melepas Down & Dirty seperti yang...

Keep Reading

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading