Mencoba Beratnya Such Hawks Such Hounds

Sudah berapa banyak film yang kalian tonton di masa karantina ini? Apakah sudah bosan dengan film yang itu-itu saja? Cobalah untuk menikmati film dokumenter tentang musik. Jumlahnya tumpah ruah, jika tidak malas, kalian akan mendapatkan semua jenis dokumenter yang membahas panjang lebar soal musik di YouTube. Sejatinya bagi kalian yang sangat senang dengan musik, menonton film dokumenter pastinya menimbulkan kepuasan tersendiri. Selain produksinya digarap dengan baik dan juga menarik, film jenis ini juga bisa memberikan pengetahuan tambahan buat kalian. Banyak momentum bersejarah beserta gerakan-gerakan yang ada di kancah musik yang menambah khasanah referensi. Seperti perkembangan suatu genre musik, kegiatan para penggiatnya, hingga ke kultur yang ada sejak dulu dan tidak pernah hilang di masa sekarang.

Yang baru saja kami tonton dari sekian banyak judul adalah Such Hawks Such Hounds. Film ini adalah hasil tangan dingin dari sutradara yang bernama John Srebalus. Such Hawks Such Hounds adalah sebuah dokumenter yang mengeksplorasi spektrum musik heavy rock seperti sludge metal, doom, stoner rock dan juga musisi kancah bawah tanah dari subgenre ini di Amerika dalam rentang waktu era 1970-an hingga 2007. Film ini bisa dibilang cukup penuh dengan nutrisi referensi di mana selama satu jam lebih kita akan dihadapkan pada banyak cerita, wawancara langsung dengan beberapa penggiat, hingga sudut pandang bersejarah.

Film dokumenter ini pada perilisannya dulu pun disambut dengan suka cita baik dari para penggemar musik heavy rock, maupun para pemerhati musik. Hal ini sejalan dengan pemikiran yang menganggap film adalah sebuah arsip yang bisa digunakan sebagai pedoman yang bagus untuk para penikmat yang baru saja mau tahu tentang seluk beluk perihal genre yang dibahas di dalamnya. Sebagai sutradara, Srebalus pun dengan cerdiknya mengarahkan banyak fokus cerita kepada band-band yang namanya mungkin tidak terlalu memiliki gaung yang luas dan hal ini tentunya mampu menghadirkan gambaran tentang sepak terjang mereka yang bergerak secara independen, dan tentunya juga memberikan ekspos yang layak akan eksistensi dan kreasi mereka.

Such Hawks Such Hounds adalah sebuah representasi dunia di mana para penghuninya senang bermain musik karena satu alasan, yaitu untuk membuat musik yang sangat “berat”. Berat dalam artian impresi yang ditimbulkan bisa menusuk ulu hati dan menghantam kepala seperti godam, dengan gitar downtuned dan musik repetitif yang mengawang. Dengan elemen psikedelik yang bisa membawa pendengarnya berkelana jauh ke pusat pikiran dan imajinasinya.

Di awal kemunculannya, genre heavy rock berkelindan dengan heavy metal, dengan band seperti Black Sabbath sebagai pelopor, dan Hawkwind yang kental dengan elemen space rock dan psychedelic serta Pentagram dengan status cult-nya. Dari ranah turunannya juga ada band seminal Saint Vitus yang sempat dinaungi label SST Records. Grup-grup musik tersebut muncul dengan sound khas yang sangat spesifik dan tentu saja sangat menonjol. Dari momentum awal inisiasinya, heavy rock dan subgenre-nya telah berkembang cukup luas hingga sekarang. Ditandai dengan bermunculannya band-band baru, dan para penikmat yang tersebar luas di seluruh dunia.

Aksi-aksi dari band seperti Kyuss, Comets On Fire, Earthless, Dead Meadow – judul film ini diambil dari lagu milik mereka Ed. -, SUNN O))), hingga The Obsessed, juga turut ditampilkan. Juga beberapa wawancara mendalam yang sarat akan wawasan bersama para veteran di dunia doom dan stoner rock, seperti adalah Billy Anderson, Greg Anderson, Jack Endino, Matt Pike, hingga Scott “Wino” Weinrich. Yang paling luar biasa dari dokumenter ini adalah suguhan cuplikan penampilan yang langka dari High On Fire dan juga Sleep. Sebuah cuplikan yang memperlihatkan bagaimana orang-orang ini sangat mencintai musik yang mereka buat serta yakini, dan semua itu mereka lakukan bukan demi uang semata. Itu semua lebih karena kecintaan mereka untuk berkarya dan kecintaan terhadap musik yang mereka mainkan.

Kebanyakan dari orang-orang yang ada di dokumenter ini beranggapan sukar untuk menggambarkan secara definitif musik yang mereka mainkan. Gaya musik mereka mungkin berbeda, baik itu sludge, doom, ataupun stoner rock. Tapi, dalam keyakinan, mereka sepakat dengan satu aspek, yaitu kebutuhan untuk mengekspresikan diri lewat musik. Tidak peduli sebutan apa yang akan disematkan untuk musik mereka, bagi mereka, ini adalah jalan hidup yang mereka pilih. Berat!

RATED: 7.5/10

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Long Songs Picture

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading

Mocca Gelar Konser di Metaverse

Di ranah musik, kini istilah blockchain bukan lagi suatu hal yang asing. Sebelumnya, penjualan karya lewat NFT sudah banyak dilakukan oleh musisi, kini konser musik di metaverse pun menjadi salah...

Keep Reading

Trailer Film Biopik Sex Pistol Resmi Dirilis

Kabar baik untuk kalian para penggemar Sex Pistols. Baru-baru ini (4/4) FX Networks telah merilis trailer resmi untuk serial film biopik Sex Pistols berjudul “Pistol”. Film yang dikabarkan bakal tayang...

Keep Reading