Reuni Di Tembi Rumah Budaya

Apa maksud dari judul di atas? Kok reuni? memangnya mereka pernah bertemu? Pertanyaan-pertanyaan ini pasti akan terbesit di pikiran orang-orang yang melihat judul dari artikel ini. Clickbait? tentu saja tidak, judul ini benar adanya. Acara malam itu dan beberapa hari sebelumnya merupakan reuni dari Ciaolucifer dan juga Rubah di Selatan. Tepat setahun yang lalu, melalui program Siasat Trafficking mereka bertemu di Amsterdam. Tepatnya di acara A Day In The Forest. Ciaolucifer saat itu merangkap sebagai pengisi acara sekaligus si empu acara.

Di bulan Mei, Marnix (gitar/vokal) menghubungi kalau dia dan bandnya akan berkunjung ke Indonesia dalam rangka tur di tiga belas negara. Obrolan hanya sekedar menanyakan kabar di awal, tapi kemudian menjadi ajakan untuk berkolaborasi. Bentuknya bukan sekedar membawa lagu mereka atau Rubah di Selatan saja, tapi membuat materi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Di Jogjakarta, ada Erasmus Huis yang menggarap acara ini. Tempatnya digelar di Tembi Rumah Budaya. Sebelum konser, mereka melakukan workshop selama dua hari yang menghasilkan dua lagu baru. Judulnya Divide The Sun dan Tulo.

“Tidak apa-apa kan kalau kita membuka horden ini untuk melihat hamparan sawah yang hijau ini? Soalnya kami jarang melihat hal seperti ini. Dan suasana ini betul-betul baik untuk membuat musik,” kata Gilang dari Rubah di Selatan yang menceritakan ulang apa yang Marnix katakan kala workshop saat itu.

Semua produksi dari kedua lagu ini dibuat bersama-sama, banyak ide besar yang dikeluarkan. Terutama pada Tulo, lagu ini dibuat dengan mengandalkan kesan dan kenangan mereka saat pertama mengunjungi Amsterdam dan Jogjakarta. Begitu senangnya dengan lagu ini, Ciaolucifer kemudian merekam dan akan menggubahnya menjadi rilisan yang lebih ideal di kemudian hari nanti.

Saat acara, Rubah Di Selatan membuka dengan tiga lagu, Selaba, Mata Air Mata dan juga Lil Fox. Ketiga lagu ini didaulat untuk menjadi sambutan bagi siapa saja yang hadir malam itu. Ciaolucifer membawa kurang lebih lima belas lagu saat itu. Ada sesuatu yang cukup membuat keringat dingin keluar saat malam penampilan kemarin. Di antara lagu kelima dan keenam, tiba-tiba senar gitar milik Marnix putus. Otomatis penonton berpikir penampilan ini akan berakhir, mengingat Ciaolucifer hanya beranggotakan dua personil dan juga hanya menggunakan dua instrumen, gitar dan drum. Tapi tiba-tiba, sang drummer spontan untuk maju dan berdialog dengan audience yang membuat suasan menjadi pecah seketika. Hal ini tentu saja membuat penonton berpikir, “Kok terpikir ya langsung bisa begini, sangat inspiratif.”

Malam itu total dua kali putus senar terjadi, namun menurut mereka, show must go on. “Hal ini hanya terjadi di tempat ini, malam ini dari semua universe yang ada,” kata Willem, drummer, malam itu. Yang menarik dari penampilan Ciaolucifer adalah kemampuan untuk memainkan komposisi lagu dengan sangat bagus. Mampu memberi ruang kepada penonton untuk memahami musik mereka lalu mulai memberikan materi lagu yang betul-betul bikin pecah.

“Mereka tuh bener-bener gila menurut ogut, di awal setlist mereka tuh membawa lagu yang ringan, yang bisa buat penonton ngerti secara perlahan musik mereka. Abis itu digeber dengan lagu yang bener-bener pecah,” terang Gilang.

Lagu demi lagu di dalam set diselesaikan dengan baik oleh Ciaolucifer. Mereka tahu betul bagaimana menampilkan karya mereka di tempat dan juga orang-orang yang baru.

Di penghujung set, Ciaolucifer mengajak Rubah di Selatan untuk naik membawakan lagu yang baru saja mereka ciptakan. Hasilnya Tembi  menjadi sangat meriah, penonton sukses melihat dan mendengarkan hasil kolaborasi reuni ini.

Kolaborasi malam itu membuktikan kalau kemungkinan-kemungkinan yang ajaib bisa terjadi. Hal ini juga bisa menjadi bukti kalau selalu ada jalan untuk memperkenalkan musik kepada khalayak yang lebih luas. Ada harapan yang terbesit dari kolaborasi itu, perjalanan yang lebih luas untuk memperkenalkan kolaborasi ini kelak. Kita tunggu saja. (*)

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Gevi Noviyanti

 

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading