Restoran yang Berstrategi Menghadapi "New Normal"

Wabah CoVid-19 yang saat ini terjadi adalah sebuah kejadian yang belum pernah ada sebelumnya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kini sangat susah bagi semua orang untuk berkumpul dalam keramaian. Konser musik sekarang digelar secara virtual, kalau ada yang ingin ke tempat wisata dilakukan melalui layar komputer atau ponsel, dan juga kebiasaan nongkrong sambil makan pun harus dikubur dalam-dalam. Semua orang di seluruh dunia saat ini mencoba untuk menjalankan beberapa perubahan yang signifikan, terutama para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Termasuk di dalamnya adalah para pemilik restoran yang sangat ingin mendapatkan pelanggannya kembali ke ruang makan dan memulai kembali perputaran uang yang akan membuat bisnis mereka tetap berjalan.

Ketika kita mencoba melihat lebih jauh ke berbagai dampak dari adanya wabah ini pada industri makanan, di sana pula ada berbagai pengusaha yang sedang mencari cara bagaimana agar bisa mengatasi ketakutan dari konsumen perihal kontak fisik dan dari adanya himbauan soal new normal. Juga bagaimana para pengusaha ini bisa meningkatkan penjualan dan tetap mendukung para karyawannya dalam melalui masa sulit seperti sekarang ini. Dan yang terakhir adalah bagaimana pola pikir dan pendekatan dari para pengusaha terhadap pola bisnis yang akan berubah nantinya. Hal-hal tersebut terjadi karena adanya himbauan new normal sebagai alternatif agar semua orang bisa beraktivitas kembali, namun tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi yang belum reda sama sekali.

Inovasi dan kreativitas yang dihadirkan cukup menggambarkan bagaimana kini para pemilik usaha bereaksi terhadap krisis yang diakibatkan oleh adanya wabah CoVid-19. Meskipun tidak semua yang dicoba berfungsi dan berhasil dengan baik, banyak dari promosi, program, dan perubahan tersebut ternyata menghadirkan sebuah daya tarik tersendiri. Pertanyaan yang lalu hadir dari benak kita semua adalah: Manakah dari tindakan pengusaha ini yang akan tetap menarik minta konsumen dan bagaimana mereka akan mengubah pola industri yang selama ini telah berjalan? Pada akhirnya, konsumen akan mendorong para pengusaha untuk terus berinovasi. Ketika industri jasa makanan kembali berjalan sepenuhnya, perilaku, kebutuhan, dan reaksi konsumen akan menentukan banyak hal yang dilakukan oleh para pengusaha selanjutnya.

Berikut adalah beberapa inovasi baru yang dihadirkan oleh para pengusaha makanan di berbagai negara. Besar harapan agar inovasi yang dilakukan oleh mereka bisa menjadi sesuatu yang juga bisa menginspirasi para pengusaha bisnis makanan dan minuman di Indonesia. sekarang.

Booze Bumper (Fish Tales Bar & Grill, Maryland)

Fish Tales Bar & Grill adalah bar populer yang terdapat di Maryland, Amerika Serikat. Untuk menyiasati kondisi sekarang, mereka menggunakan beberapa meja yang dihiasi sebuah karet (ban dalam) pelampung yang berfungsi untuk menjaga jarak aman antar pelanggan dan juga para pramusaji. Apakah akan terlihat konyol menggunakan meja seperti ini? Mungkin, tapi sepertinya tidak masalah jika orang-orang ini ingin menikmati suasana di luar bersama teman-teman mereka. Di masa yang serba terbatas seperti sekarang, janganlah membuat langkah kreatif kita juga terputus.

(Revolution Event Design and Production)

 

Plex’Eat (H.A.N.D Restaurant, Paris)

Menyantap makanan di dalam sebuah gelembung kaca bisa menjadi metode pemecah masalah di kala restoran yang ingin selalu menjaga para pengunjung agar tetap aman dari penyebaran virus. Desain ini sendiri dibuat oleh seorang desainer asal Perancis yang bernama Christophe Gernigon. Plex’Eat adalah sebuah silinder plastik transparan yang menggantung melalui kabel di langit-langit, dan berbentuk seperti penutup lampu pada umumnya. Potongan di bagian belakang alat ini sangat memungkinkan bagi pengunjung untuk bergerak masuk dan keluar tanpa harus kesusahan.

(Aurelien Morissard/Xinhua)

 

 Serres Séparées (Meidamatic Eten, Amsterdam)

Para pengunjung yang datang bisa memilih untuk bersantai di sebuah ruang kaca tertutup ini, dan setiap “rumah kaca” tersebut dilengkapi dengan sebuah meja yang bisa dipakai oleh dua orang. Selain rumah kaca, para pelayan di restoran ini juga mengenakan pelindung wajah dan menyajikan makanan di papan kayu untuk mencegah kontak langsung antara pengunjung dan para staf. Konsep unik ini pun mendapat banyak sambutan yang positif dari berbagai kalangan, hal itu dibuktikan dengan penuhnya pemesanan secara online dari setiap ruang kaca yang ada.

(Willem Velthoven)

 

The Chute (Germany)

Sebuah kafe di Kiel, Jerman, membangun sebuah alat yang digunakan untuk mengambil dan mengantar makanan serta uang. Inovasi ini dapat memudahkan Barista dalam membuat kopi, meletakkannya di baki, dan memberikannya ke pelanggan. Alat ini dibangun sebagai cara untuk mencegah pelanggan dan staf  berinteraksi langsung satu sama lain. Dengan bantuan alat transportasi ini sangat memungkinkan untuk menjaga jarak karena adanya wabah CoVid-19.

(Frank Molter/picture alliance/Getty Images)

 

Social Distancing Crowns (Burger King, Jerman)

Inovasi ini dilakukan oleh pihak perusahaan di sejumlah negara dengan menghadirkan inovasi unik yang berfungsi sebagai bentuk penyesuaian terhadap himbauan tentang new normal yang saat ini sedang dilakukan di berbagai tempat. Atribut berupa topi ini berbentuk seperti sebuah mahkota bulat yang diambil dari ikon perusahaan ini. Dinamakan dengan social-distancing crown. Topi ini sendiri sangat wajib digunakan oleh para pelanggan setiap akan masuk ke dalam gerai mereka. Dengan begitu penerapan physical distancing bisa berjalan dengan lancar.

(Burger King Germany)

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari berbagai sumber

PARTIKILAS Part II: Favorit Siasat Partikelir di 2021

Ada begitu banyak jumlah karya yang dirilis oleh para musisi di sepanjang tahun 2021. Seperti yang sudah diulas dalam Partikilas Part I, berdasarkan pantauan di email Siasat Partikelir, setiap harinya...

Keep Reading

PARTIKILAS Part I: Mereka yang Berbagi Kabar di 2021

Untuk menyambut tahun 2022 yang penuh harapan, di bawah ini kami menyuguhkan kilas balik yang bersumber dari data dan dokumen internal Siasat Partikelir di sepanjang tahun 2021.

Keep Reading

5 Alasan Kenapa Rock In Celebes 2021 Begitu Penting Untuk Disimak

Memasuki tahun ke-12, Rock In Celebes kian menunjukan taji atas kiprahnya di ranah festival musik. Tahun ini, festival yang berbasis di pulau Sulawesi tersebut kembali menggulirkan agendanya dan akan digelar selama 10...

Keep Reading

Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan...

Keep Reading