Renungan dari Payung Teduh untuk yang Terdampak Wabah

Sekarang ini banyak yang coba beradaptasi untuk bisa tetap beraktivitas. Yang paling penting lagi, segala aktivitas tersebut haruslah yang bersifat positif, agar pikiran juga kita bisa segar selalu. Dampak yang ditimbulkan wabah pun sangat mempengaruhi banyak sekali sektor yang penting, termasuk individu. Atas dasar kejadian-kejadian yang terjadi itulah Payung Teduh merasa harus memberikan respon tentang hal ini.

Kata respon di sini adalah satu kata yang tepat untuk mewakili gerakan yang dilakukan oleh Payung Teduh lewat penciptaan serta perilisan single terbarunya yang berjudul “Renung”. Setidaknya, lagu ini adalah sebuah ajakan Payung Teduh pada orang-orang yang mendengarkan untuk kembali merenung dan memaknai apa yang telah terjadi. Mulai dari sulitnya merasakan kembali kebersamaan, karantina yang menjauhkan setiap insan di dunia, dan masih banyak lagi lainnya. Hal itulah yang ingin dituangkan oleh Payung Teduh lewat lagu baru ini.

Baru saja dirilis di berbagai layanan musik dalam jaringan, lagu “Renung” sengaja diaransemen dengan sangat sederhana sehingga makna yang ingin diutarakan bisa tersampaikan kepada pendengarnya. Selain itu, lagu yang direkam sebelum PSBB diberlakukan ini menjadi harapan Payung Teduh agar wabah ini segera berakhir, dan akhirnya kita bisa bersama lagi seperti sedia kala.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Payung Teduh

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading