Wajah lama, karya baru. Begitulah kira-kira jika kita melihat duo ini. Mereka adalah sebuah identitas baru dari Mohammed Kamga dan Chevrina Anayang, yang sebelumnya banyak orang tau kalau mereka juga masih tergabung di grup Dekat. Beberapa waktu lalu mereka menjalani sebuah tur ke negeri sakura, Jepang. Lawatan tur ini merupakan bagian perjalanan dari Go Ahead Challenge 2019, di mana mereka keluar sebagai pemenang di lini musik. Turnya sendiri dimulai di tanggal 12 hingga 19 Oktober silam.

Seperti kebanyakan musisi yang hendak bepergian tur, Hondo pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa serta selama perjalanan mereka. Semua berjalan lancar, hingga tibalah mereka di Jepang. Kondisi saat itu benar-benar sangat tidak bersahabat, cuaca ekstrim menjadi penyambut mereka kala mereka tiba di Jepang.

“Pas landing kok gelap, padahal jam masih menunjukan pukul 4 sore saat itu. Tiba-tiba Raffie buka obrolan soal badai Taifun. Lalu, teman-teman kita yang ada di Jakarta juga menghubungi untuk menanyakan kondisi kita, karena mereka lihat di berita kalau Jepang bakal ada badai Taifun. Segera tuh kita-kita ngecek internet, ternyata bener bakal ada badai Taifun terbesar dalam sejarah. Langsung kepikiran tuh, cancel gak ya perjalanan kita besok. Tapi karena belum ada ketuk palu soal itu, jadinya kita istirahat aja dulu.” Jelas Kamga dan Chevri menceritakan.

Beberapa hari di Jepang memang tidak menyenangkan, mulai dari badai, jadwal pesawat yang ditunda, transportasi yang tidak beroperasi hingga gempa menjadi pembuka yang mungkin tidak cukup manis bagi mereka. Beberapa hari sebelum pertunjukan digunakan dengan sebaik-baiknya, dimulai dengan mencoba beragam kuliner yang ada, hingga menjajal beberapa record store pun dilakukan.

“Jadi selama waktu istirahat, kita manfaatin untuk menjajal apapun itu, kalo gw sih pengen tur ke music store, sempet makan ramen yang ga terlalu enak, ke patung Hachiko, ke J-club, dateng ke seconhand store yang ternyata isinya mahal banget haha.” Cerita Kamga.

Tur memang selalu menyenangkan untuk dijalani, selain bisa memperkenalkan karya kita ke khalayak luas, tur juga bisa menjadi sarana untuk berjejaring ke ranah baru yang belum pernah disentuh sama sekali. Seperti Hondo, mereka tentu saja banyak mendapatkan atensi saat tur kemarin. Baik dari penonton maupun para penggiat industri musik yang ada di sana. Banyak cerita dan pelajaran yang harus dibagikan, semoga pengalaman baik ini bisa terus berlanjut dan kembali membuka pintu-pintu yang baru.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Arief Wahyudi (Awe)