Reid Voltus yang Muncul Lagi ke Permukaan

Musik, musik, musik. Indonesia memang kaya akan keragaman di dalamnya. Segala rupa dan jenis masuk ke negeri ini tanpa ada sekat sama sekali. Akhirnya si warna musik yang ada malah semakin banyak dan bervariasi. Salah satunya yang sangat meledak hingga kini adalah rock, dan turunannya yang menjadi tren. Menurut analisa gembel, tahun 70-an adalah masa di mana musik rock Indonesia sangat bergairah, dan kemudian menyusul di masa 90-an. Banyak musisi yang lantang dan mengeluarkan segala karya mereka ke permukaan. Pengaruh musik dari luar negeri jelas memegang peran penting terhadap perkembangan besar-besaran yang terjadi di Indonesia. Satu dari sekian banyak band yang merasakan gairah ini adalah Reid Voltus asal Bogor.

“Mungkin ada benarnya, jika Nirvana tidak meledak, band-band indierock dengan berbagai macam formula musik tak akan membanjiri katalog musik di periode 1990an. Kemudian menjadi hantu yang gentayangan di relik rilisan fisik usang, dan juga di kanal streaming musik demi nostalgia.” Penggalan kalimat tersebut adalah sepotong lirik yang ada di sebuah lagu yang terdapat di dalam album “b-sides & rarities” milik Reid Voltus, band indierock Bogor yang memang lama tidak aktif di kancah musik Indonesia. Mungkin karena kecintaan yang besar terhadap musik yang membuat dua pendiri band ini masih ingin mencoba keluar dari dalam goa. Mereka adalah Deni Taufik Adi dan Andi ‘Idam’ Fauzi. Keduanya merasa harus menyelesaikan apa yang tertunda selama bertahun-tahun yang ada di dalam tubuh band ini.

“Bagi kami Reid Voltus adalah monumen yang tak bisa digusur dari skena Bogor. Kancah kota hujan yang nggak peduli dengan kerennya balada kancah Jakarta, dan bersenang-senang sendiri dengan sederetan band macam The Kuda, Sex Sux, The Jansen, Rrag, Texpack, dan aneka macam lainnya, plus label-label lokal macam Trogmagnon atau Hujan! Rekords.” Terang keduanya.

album cover reid voltus indie rock was a mistake, it's nothing but trash

2005 adalah masa di mana band ini hadir, di masa tersebut kancah Jakarta sedang panas-panasnya perihal Pensi. Banyak yang mengatakan bahwa musik mereka sangat tidak cocok untuk panggung-panggung ini. Band ini jauh lebih penting secara musik ketimbang band-band tersebut. Menjadi lo-fi terkadang cara terbaik untuk tidak terjebak dengan hingar bingar, memainkan musikmu di gig-gig kecil, dan ditonton oleh segelintir orang yang jauh lebih peka soal musik yang bagus. Dan mereka secara tidak langsung atau mungkin langsung menjadi hantu-hantu yang melahirkan band indierock keren macam Texpack atau Rrrag. Album ini berisi delapan track dengan lagu Ballads #2 menjadi single utama. Delapan lagu yang dibuat Deni dan Idam tanpa pretensi atau ambisi untuk menjadi bintang di kotanya. Simpelnya, band ini justru membuat orang-orang di Jakarta untuk datang ke Bogor untuk menonton mereka, atau malah mengundang mereka main di kota terlalu banyak masalah ini.

Jangan sekali-sekal berpikir apakah Bogor itu semacam Seattle-nya Indonesia kah dengan band-band tersebut, karena ini hanya memberikan validasi judul album Reid Voltus ini adalah benar adanya. Tapi jangan kebakaran jenggot, judulnya juga plesetan dari Hayao Miyazaki, animator Jepang, “Anime was a mistake, it’s nothing but trash”. Reid Voltus hanya bermain-main apa yang mereka suka. Tarsius Records merilis digital album “Indie Rock was a Mistake, It’s Nothing But Trash” di berbagai layanan musik dalam jaringan, dan silahkan nikmati sajian 8 materi yang ada.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Tarsius Records

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading