‘Red Knight’ Single Pelengkap Trilogi Gergasi Api

Bagi sebagian orang pandemi adalah sebuah bencana kasatmata yang membatasi segala aktivitas, rutinitas pun tak lagi normal seperti biasanya. Bicara soal  musik, tentunya pandemi juga menjadi salah satu hambatan dalam proses berkarya setiap musisi. Tetapi tidak untuk Gergasi Api, Alexandra J. Wuisan (Sieve) dan Ekyno (Plum, Full of Hate) membuktikan dengan kembali  merilis single baru yang bertajuk “Red Knight” setelah bulan Maret lalu dengan single perdana “The Flames That We Shared”. Band yang terdiri dari dua orang ini melanjutkan rencana rilis tiga single perbulan, yang merupakan trilogi utuh tentang kematian, kebangkitan , dan keabadian. Berangkat dari skena musik Bandung, Gergasi Api adalah kolaborasi mereka berdua yang segar dan khas.

Dalam segi musik Ekyno menuangkan karakter yang berbeda dengan lagu sebelumnya, The Flames That We Shared. Band ini sendiri bisa disebut sebagai salah satu dari banyak ‘keajaiban’ kala pandemi. Didirikan di tengah lockdown, dan direkam di rumah masing-masing, dengan berbagai macam kegelisahan yang malah berujung pada musik yang segar di skena musik lokal. Mereka berdua adalah penikmat berbagai warna musik mulai dari metal, post metal, industrial, electronic, shoegaze, goth, darkwave, rock, dan pop. “Kami bisa meramu ide untuk Gergasi Api, dan merekamnya dari rumah masing-masing, dan tidak ada jamming studio seperti umumnya,” jelas Ekyno.

Alexandra mengiyakan hal tersebut. Trilogi yang hendak dihadirkan Gergasi Api pun juga dihadirkannya melalui lirik-lirik yang memiliki benang merah. The Flames That We Shared yang dirilis pada Maret lalu adalah tentang kematian, Red Knight yang dirilis April ini tentang kebangkitan, dan single terbaru mereka di bulan Mei akan bercerita tentang keabadian. “Trilogi lirik dari tiga lagu Gergasi Api adalah berinti pada cinta,” kata Alexandra J.Wuisan.

Red knight adalah sebuah simbol dari semangat api. Membara dan agresif, Alexandra menyebutkan betapa sosok-sosok terasingkan dan terpinggirkan lah yang potret di lirik dari lagu tersebut. “Api pemberontak yang membakar kota dan pelosok jalanan, tempat mereka mengalami pahitnya hidup, sehingga kota hangus, merah, terselimuti semangat api” tuturnya lagi.

Alexander menggambarkan single terbarunya ini sebagai kebangkitan manusia dalam keberanian yang humanis. “It’s a love story. A story of self love. To be able to love the world we should be able to love ourselves first. Baik sisi terang dan sisi monsternya. Kebangkitan kembali dimana kita menerima semua spektrum dari kedua hal tadi sebagai manusia seutuhnya. A complete authentic person. To love with a fierce passionate and compassionate love,” jelasnya lagi.

Red Knight tentu tak hanya sebatas lagu,  jauh dari itu, diharapkan pesan moral di dalamnya dapat tersampaikan dengan baik,  dan bisa memberikan pengalaman baru untuk para pendengarnya

 

Teks: Rizky M Akbar

Visual: Arsip dari Anoa Record

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading

Member Dan Single Baru Sunwich

Nampaknya istilah “new year, new me” berlaku pada Suncwich, kuintet indie-pop asal Jakarta memperkenalkan tiga anggota sekaligus; Hafiz Alfaiz dan Mahandhika Irsyam sebagai gitaris serta Rifki Handani sebagai drummer. Formasi...

Keep Reading