Realisasi Mimpi Oleh Oneding

Solois asal Malang, Oneding, sukses merealisasikan salah satu mimpi yang dimilikinya. Yaitu merilis debut album yang diberi judul “Kontemplasi”. Perilisannya pun dilakukan pada tanggal 29 Februari, bukan mainnya hal tersebut bertepatan dengan tanggal kabisat yang terjadi 4 tahun sekali. Album ini merupakan hasil dari penantian panjangnya sejak tahun 2013 silam.

“Niat sudah ada sejak tahun 2013 tapi banyak peristiwa yang menyebabkan aku menunda, dan sampai akhirnya sekalian dirilis di tahun ini via Yallfears,” ungkap Oneding.

Musisi yang merupakan sulung dari 4 bersaudara ini memasukkan sepuluh nomor dalam album ini termasuk single yang sebelumnya telah dirilis antara lain “Ciptaan Manusia Runtuh Ciptaan Tuhan Tumbuh”, “Star”, “Membeku” dan “Menangis Riang”. Pemilihan judul “Kontemplasi” didasari pada sumber inspirasi karya Oneding yang didominasi oleh lika-liku hidupnya.

“Kebanyakan karya yang ada di album ini adalah karya curahan hati saja. Semua yang aku alami, aku tuangkan ke dalam karya musik. “Haru Biru” bercerita tentang rasa syukur karena orang terkasih ada di sekitar kita. “Mungkinkah Itu Nyata” bercerita tentang harapan yang tidak mungkin karena hubungan yang sudah kandas. “Tertawa T erluka” bercerita tentang bagaimana aku menyikapi patah hati. “Kontemplasi” adalah lagu yang tidak ada vokalnya, hanya alat musik saja. Mungkin cocok didengarkan pada saat melamun. “Perih Dan Dingin” adalah lagu cover, lagu dari Peka yang diciptakan oleh Parau Paskalis. Lagu ini bercerita tentang Bunda Maria. “Jancok” ini lagu spontan saat ada di studio, karena kata-kata makian ini sangat umum digunakan di kalangan anak nongkrong di Malang,” jelas Oneding.

Secara lugas, dirinya menasbihkan “Tertawa Terluka” menjadi nomor yang paling berkesan baginya. Dirinya mengatakan isu yang ada di lagu ini masih sangat relevan walaupun sudah ditulis dalam waktu yang sangat lampau. Materi andalan lainnya datang dari lagu “Jancok”. yang mana lagu ini paling sering dibawakan secara live dan juga kini telah diaransemen ulang hingga bisa dinikmati di berbagai kanal digital. Melabeli genre musiknya sebagai pop dengan sentuhan gitar akustik, Oneding secara lugas mengungkapkan bahwa banyak rencana yang ia ingin lakukan setelah album “Kontemplasi” dirilis. Akan tetapi, ia sekali lagi menyerahkan semuanya pada semesta agar rencana-rencananya mampu disambut dengan baik. “Kontemplasi” bisa dinikmati di berbagai kanal streaming digital seperti Youtube Music, Spotify, Apple Music, Resso, dan lain-lain.

album cover oneding kotemplasi

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Oneding

 

The Saltfish yang Mengajak Pendengar Memikirkan Kembali Siklus Hidup

Wabah virus Corona adalah fenomena global yang kian meresahkan. Indonesia pun juga merasakan dan terkena dampak dari penyebaran virus ini. Virus bermutasi ke dalam berbagai varian, yang terakhir adalah varian...

Keep Reading

Betapa Indahnya Bayangan Masa Kecil di Lagu Terbaru re:NAN

Ketika masih kecil, selalu menyenangkan membayangkan kehidupan orang-orang dewasa, di mana menjadi dewasa artinya sudah bebas menentukan pilihan hidup, mendapatkan uang secara mandiri, bebas berkegiatan bersama teman, dan lain sebagainya....

Keep Reading

Unbox Industries Rilis Figur Horor Karya Klasik Junji Ito

Berbicara tentang manga bergenre horor seketika ingatan kita akan dibawa kepada salah satu nama mangaka terkenal asal Jepang, siapa lagi kalau bukan Junji Ito. Lewat karya-karyanya seakan-akan kita dibawa ke...

Keep Reading

Kepedulian Dere Kepada Bumi Lewat Nomor "Rumah"

Cara menunjukkan kepedulian akan bumi sebenarnya dapat kita tunjukkan melalui platform apapun yang ada. Salah satunya adalah melalui musik. Itulah yang sedang berusaha ditunjukkan oleh musisi asal Indonesia, Dere. Lewat...

Keep Reading