Rayssa Dynta Memaparkan Kisah Bermusiknya

Sebagai seorang pendatang baru, Rayssa Dynta punya energi besar yang terpancar langsung dan tidak perlu dicari-cari. Hal itu pun dibuktikannya setelah merilis album mini yang diberi tajuk Prolog pada tahun 2018 silam. Dari sana ia mendapatkan tiga nominasi Anugerah Musik Indonesia 2018: Pendatang Baru Terbaik, Album Terbaik dan Artis Solo Wanita R&B Terbaik. Bersama di bawah naungan label musik elektronik Double Deer Records, Rayssa dalam proses musiknya menghadirkan warna musik yang bisa dibilang berbeda dari jenis musik elektronik pop yang biasanya ada. Setelah beberapa kali melakukan duet berasama musisi yang lain,  bersama produsernya Ario, akhirnya dia memproduksi musik dengan karakternya sendiri yang sukses dikemas dalam debut mini album tersebut.

Kakek dan nenek adalah sosok yang ada di belakang  dan membuat dirinya bisa menjadi sosok yang seperti sekarang. Dalam kisah hidupnya di masa sekolah, dia tidak terlalu dikenal sebagai seorang yang sangat mencintai musik, hingga pada akhirnya di tahun 2018 secara serius dia keluar dan menjadi sosok Rayssa Dynta dengan album Prolog tersebut. Selain keluarga, dia juga memiliki seorang sahabat yang selalu mendukung dirinya dalam berkarya dan tak pernah lepas dari sisinya. Sosok sahabat tersebut pula lah yang menyarankan dia untuk mulai menulis lagu sendiri seperti musisi pada umumnya. Untuk album yang telah dirilis dua tahun silam, di sana Rayssa Prolog menawarkan lirik yang bermuat banyak kontemplatif dan dihadirkan dengan nuansa vokal yang cukup halus dan terbalut oleh musik elektronik yang sederhana.

Musik adalah tujuan utama hidupnya, pertemuan dengan banyak orang pun semakin mengukuhkan keinginan tersebut dan juga sekaligus menjadi ranah untuk lebih banyak belajar serta bereksperimen. Musik yang dimainkan olehnya memang elektronik, tetapi dia lebih menginginkan orang-orang untuk menyebutnya pop. Hal itu karena dia merasa musik yang dihasilkannya adalah jenis tersebut, terlebih juga dia senang mencari banyak referensi dari beragam musik seperti, old jazz, psychedelic, dan lain-lain.

Keseluruhan cerita perjalanan karya dari Rayssa Dynta akan turut hadir di dalam SPTV. Wadah ini sekaligus akan menjadi platform ragam arsip dari kreasi audio visual yang dihasilkan oleh grup musik dan musisi yang bisa diakses oleh orang banyak. Berfungsi sebagai gudang dari karya kreasi milik anak negeri, SPTV juga adalah kanal penyiaran alternatif yang menawarkan pilihan program orisinal yang beragam.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Siasat Partikelir

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading