Rapalan Litani Cassadaga dalam Nomor Teranyar

Cassadaga merupakan sebuah unit rok eksperimental asal Bali. Band dengan format trio tersebut baru saja melepas sebuah singgel baru dengan judul “Bhuvana I”.

Bhuvana memiliki arti dunia yang bisa diartikan dengan sangat luas. Alam semesta beserta isinya dan makhluk hidup itu sendiri. ‘Bhuvana I’ berisi tentang sifat dari jiwa makhluk hidup,” jelas Arya Oka (vokal, gitar), Artha Yoga (bas), dan Angga Surya (drum) dalam keterangan persnya.

Cassadaga menghadirkan penjelasan sifat jiwa makhluk hidup bagaikan sebuah rapalan litani dengan menyebutkan berbagai macam dewa dengan sifatnya masing-masing.

I’m Acchedya, can’t be hurt by weapons. I’m Adahya, can’t burn by fire. I’m Akledya can’t dried by wind,” kata Arya dengan gaya spoken words di tengah lagu saat ketukan lagu berubah lebih cepat.

Musik mereka seperti campuran stoner rock bercampur titisan-titisan band dengan nuansa psikedelia raga rock dan dirangkum dengan apa pun yang membuat mereka terdengar sedikit seperti King Gizzard & the Lizard Wizard. Ada sedikit nuansa perkusi dhol India di sana. Nuansa musik dan lirik lagu terasa relevan dengan daerah asal Cassadaga.

I’m Santhanu, the thing’s can’t go no where. But I’m Sarwagatah, can be everywhere. I’m the immortal and eternal…..Satanata,” tutur sang vokalis di akhir lagu.

Cassadaga sendiri sudah punya perjalanan bermusik yang panjang. Mereka terbentuk pada 2014 dengan format kuartet. Pada 2017, Cassadaga berhasil menelurkan sebuah album mini dengan tajuk Human Stare dan melakukan tur di tiga titik di pulau Jawa untuk mempromosikannya. Sebelumnya, mereka juga sudah memperkenalkan diri dengan beberapa singgel seperti “Black A Man” dan “Stuck in the Wrong Job“. Sejak 2019, trio ini mencoba merekam beberapa bahan secara mandiri di rumah untuk dirangkum menjadi sebuah album. Mereka mencoba mencari karakter sound dengan memanfaatkan ruangan dan penentuan posisi alat. Album yang sedang dikerjakan tersebut juga akan mencakup singgel terbaru mereka, “Bhuvana I”.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Cassadaga

 

 

 

 

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading