Rangkuman Pertama Kompilasi Rakyat

Beberapa karya yang belum dirilis (setidaknya di platform layanan musik digital) dari beberapa musisi dimasukkan dalam sebuah kompilasi dengan tajuk Kompilasi Rakyat vol. 1. Ada setidaknya sembilan lagu yang tercantum di dalamnya. Beberapa di antaranya dibawakan sebagai hasil kolaborasi dari dua seniman sekaligus.

Kompilasi dibuka dengan gubahan ulang dari nomor milik Rasyiqa yang berjudul “Reckless”. Bersama Bersama unit elektronik Vintonic, solois asal Jakarta tersebut mengubah unsur pop 2000-an dalam tembang andalannya menjadi lebih ke arah 1980-an, dengan appregio khas Bruce Springsteen atau intro “Every Breath You Take”-nya The Police.

Setelah itu, Agustin Oendari masuk dengan “Angel from A Dream” yang menceritakan tentang sosok malaikat yang ia lihat di mimpinya. Cellosux masuk dengan “Oh Mary”, karyanya yang sempat tertahan rilis karena menceritakan tentang kandungan-kandungan berbahaya bagi tubuh. Sekaranggi mmengisi trek keempat dengan keinginannya untuk dimengerti melalui  “It’s Hard to Be Me”.

Setelah empat karya dari para musisi Ibu Kota disusun berderet, Rio Satrio, solois asal Samarinda pun hadir dengan “Jellyfish”. Saat konferensi pers untuk Kompilasi Rakyat vol. 1 diselenggarakan secara virtual Selasa (16/11) kemarin, Rio sedikit mendapat perhatian dari  moderator karena ia merupakan pengisi yang terakhir mengirimkan karya. Bahkan Rio mengaku bahwa ia menyelesaikan lagu tersebut dalam waktu hanya satu pekan untuk mengejar masuk ke kompilasi ini.

Dari sini, banyak musisi luar Jakarta yang mengisi trek Kompilasi Rakyat vol. 1. Unit pop yang tak lagi folk asal Sukabumi, Dialog Senja, hadir dengan nomor baru bertajuk “Lautan Harap”. Kiarakelana, kelompok folk asal Pare, Kediri, melanjutkan dengan “Berdenyut”, puisi milik Seruni Puti yang dimusikalisasi oleh salah satu personel mereka Adha Buyung dan sebelumnya sempat dirilis di Youtube dalam bentuk video aktivasi fans sang pujangga dalam jaringan. “Lisa”, hasil kolaborasi grup musik asal Surabaya, Layung Temaram, dan Lisa Tam dari Bali hadir selanjutnya.

Kompilasi Rakyat vol. 1 pun ditutup oleh duet solois asal Jakarta, Vira Talisa dan Meda Kawu, dalam lagu “Sweet Dream, Sweet Little Thing”.

Kompilasi ini merupakan hasil gagasan Igun Sudarmono, yang lebih dikenal sebagai orang dalam AMI Awards dan salah satu pendiri Music on Friday. Ia yang memang rajin mengurasi musik Tanah Air mengajak tiga media, Folkslokal, Music Vibe, dan Band Temen Loe, untuk memilah musisi-musisi yang akan masuk dalam Kompilasi Rakyat vol. 1.

Igun sendiri terinspirasi dari album-album kompilasi musik masa lalu yang banyak menghasilkan bintang-bintang baru di masa datang. 10 Bintang Nusantara 1 dan 2, misalnya, membawa KLa Project dan Kahitna ke permukaan, Indie Ten melahirkan Padi, Cokelat, dan Caffeine, juga 10 Fresh Hits NAH! yang berhasil menyiarkan Once dan Tere.

Di volume pertama ini, Igun dkk. mengaku tidak mengalami banyak kesulitan karena memulai dari musisi di lingkaran terdekat mereka. Ia menekankan berkali-kali bahwa ada “vol. 1” di belakan judul kompilasi ini. Di volume-volume selanjutnya, ia berencana untuk memberi tema di setiap kompilasi.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Kompilasi Rakyat

 

 

Gelisah Tak Punya Uang, MRNMRS Rilis Lagu Baru

“Money” merupakan judul dari nomor terbaru MRNMRS yang dirilis pada Kamis (2/12). Dalam lagu tersebut, trio asal Bandar Lampung tersebut mencoba mengangkat situasi dunia yang membuat para musisi seperti mereka...

Keep Reading

Rock In Solo Kembali Hadir dalam Format Bebeda

Setelah beberapa tahun vakum, salah satu festival musik rock raksasa yang berbasis di Jawa Tengah, Rock In Solo, akhirnya datang lagi di bulan Desember ini. Di tengah terpaan pandemi yang...

Keep Reading

Seperangkat Alat untuk Menopang Rumah Tanggamu dari Radiohead

Radiohead telah mengumumkan sekumpulan merchandise untuk mendukung promosi album kompilasi plus plus mereka, Kid A Mnesia. Beberapa barang dagangan band asal Inggris ini lumayan bisa dijadikan kado pernikahan untuk pengantin yang...

Keep Reading

The Hauler Rawk yang Bangkit dari Reruntuhan Palu

Bicara soal musik di Kota Palu ternyata bukan lah mantan wakil wali kotanya saja. Kota tersebut juga menjadi tempat bersemayam banyak pembawa musik keras yang aktif mengeluarkan karya. Setelah sebelumnya...

Keep Reading