Ragam Warna Penuh Kolaborasi di Karya Terbaru Barry Likumahuwa

Di permulaan tahun 2021 ini, musisi Barry Likumahuwa kembali melepas single terbarunya yang bertajuk ‘Nona Manis’, sebuah lagu yang terinspirasi dari panggilan sang istri Adinda Shalahita yang biasa Barry panggil dengan nona manis sejak awal mereka bersama. Istilah ‘Nona Manis’ sendiri sepadan  dengan kata gadis cantik dalam bahasa Maluku. Melalui lagu tunggal ini pula Barry melibatkan produser hiphop Prof. D serta mengajak duo rapper Rascals sebagai kolaboratornya. Tak cukup di sana, di wilayah musikalitas “Nona Manis” pun memberkan ragam warna yang cukup menarik.

Jika sebelumnya Barry terkenal dengan penciptaan beat sendiri melalui kemampuannya mengolah musik, namun kali ini uniknya ia mempercayakan beat tersebut kepada Prof D –moniker Indra Prof. dari sisi kebaruan, pendekatan nuansa musik lagu ini pun menjadi sesuatu yang cukup memberi warna berbeda dari karya2 Barry sebelumnya. Lagu ini begitu kental vibe dan nuansa hiphop dekade 90an, dan secara spesifik Barry pun mengakui bahwa style lagu “Nona Manis” ini dipengaruhi artis-artis hiphop seperti Skee Lo, Dr. Dre, 2Pac dan semacamnya.

Duo rapper Rascals yang berkolaborasi di lagu ‘Nona Manis’ ini sebelumnya dikenal dengan nama Lil Rascal yang sempat populer dengan lagu ‘Papuy’ maupun ‘Gue Kece yang video clipnya mencapai viewer yang fantastis di platform YouTube. Melalui kemampuannya, duo Ivan dan Echa dari Rascals memberi sentuhan hiphop yang cukup kental dengan rhyme yang unik menggunakan perpaduan bahasa Indonesia, Inggris, dan sedikit logat Ambon.

Tidak sampai di situ, kejutan lain pun Barry berikan  dengan menghadirkan kolaborator lama dari era BLP yaitu Matthew Sayersz, menampilkan suara khasnya yang menurut Barry sendiri belum tertandingi, dan menjadi pemanis dari lagu “Nona Manis” dengan alunan emas yang keluar dari pita suaranya. Ini menjadi sebuah reuni yang cukup apik setelah 1 dekade lamanya mereka tidak berkarya bersama.

Makin kaya warna, selain ada sentuhan bahasa sehari-hari Ambon, lagu ‘Nona Manis’ pun diselipi unsur Tifa alat musik tradisional Maluku yang direkam oleh percussionist Georgie Tanasale. Lewat lagu ini Barry berupaya untuk menggali kembali sisi akar kebudayaan sang leluhur, Maluku, terutama semenjak kepergian sang Ayah Benny Likumahuwa pada Juni 2020 lalu, yang selama ini memberikan Barry pemahaman tentang kebudayaan Maluku sehingga membuat Barry merasa perlu meneruskan legacy akan kecintaan terhadap budaya Indonesia Timur dari sang Ayah.

Seperti apa lagu “Nona Manis” dari Barry Likumahuwa bersama Prof. D Beat feat. Rascals & Matthew Sayersz? Langsung saja simak di bawah ini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Beatluz Music

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading