Ragam Nostalgia Dalam Karya Terbaru Voxxes

Nostalgia adalah suatu hal yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Ragam kenangan di masa lalu –entah itu kenangan baik maupun buruk- yang pernah terlewati jika diolah dengan baik tentu bisa dijadikan sebuah karya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Voxxes. Belakangan (22/1) unit yang beranggotakan Zhafari (vokal), Faishal (piano), Rr (bass), Abbyan (gitar), dan Eky (drum) ini telah melepas album pendeknya yang pertama. Diberi tajuk “What The Night Will Be” karya terbarunya ini syarat akan sentimentil perasaan nostalgia.

Album “What The Night Will Be” merupakan bentuk ekspresi personal yang merespons kejadian- kejadian tak terlupakan tentang perjalanan menemukan cinta, perasaan sakit hati, hingga penyesalan terhadap memori yang dibangun sejak lama. Mengambil latar waktu malam hari, Voxxes merasa waktu malam adalah waktu sakral dalam membangun mesin waktu untuk kembali merasakan getir dan mengobati kerinduan dalam tiap momennya.

Setidaknya ada lima trek lagu yang termuat di dalamnya, yaitu Lime, Pink Light Dawn, Cigarettes, Warm Weather, dan Berlin. Melalui materinya ini Voxxes berhasil menyita ingatan masa lalu para pendengarnya.Dengan mengusung alternative-pop, Voxxes seolah datang dari masa lalu, mengajak pendengarnya untuk bernostalgia ke masa dimana problematika cinta masih jadi perbincangan hingga larut malam. Secara keseluruhan Voxxes berhasil menyuguhkan sentuhan romantisme di setiap aransemen musiknya.

Sebelumnya  Voxxes juga telah menelurkan lima lagu tunggal yakni “What You Have Been Through”, “A Flight To North Pole”, “Wrong” – kolaborasi mereka dengan Tarrarin vokalis Svmmerdose, “Pink Light Dawn”, dan terakhir “Warm Weather” yang berkolaborasi dengan aktris-musisi, Sheila Dara yang kini sudah bisa didengarkan dipelbagai kanal pemutar musik digital.

Secara garis besar, setiap lagu yang ditulis oleh Voxxes bertemakan ranumnya kisah asmara. Lagu-lagu cinta a la Voxxes menggambarkan kualitas mereka dalam mengolah musik dan juga lirik. Lewat karyanya, Voxxes mampu menciptakan kembali suasana nostalgia, emosi mendalam yang cukup memengaruhi perasaan para pendengarnya. Di wilayah produksi album ini direkam di tiga studio bebeda, yakni Highground Studio, Malibu Studio, and SDP Studio.

Beberapa bulan lalu, Voxxes juga mengeluarkan lagu tunggal yang berjudul ‘Pink Light Dawn’. Berbeda dengan abum pendeknya yang berbicara dikala malam, lagu ‘Pink Light Dawn’ ini dibuat di pagi hari kala subuh menyongsong. Lagu ini menceritakan tentang perasaan campur aduk ketika harus mengakhiri sebuah hubungan. Dengan langit subuh yang menjadi saksi percakapan berakhirnya sebuah hubungan. Syair ‘wake me up when it’s over’ menggambarkan perasaan yang menginginkan hubungan tersebut segera berakhir, namun tidak tahu cara mengakhirinya. Lagu yang dibuat oleh Zhafari selaku vokalis ini berdasarkan pengalaman pribadinya. ‘Pink Light Dawn’ cukup berbeda dibandingkan lagu-lagu Voxxes lainnya yang bernuansa psychedelic rock. Dalam lagu ini Voxxes memberikan unsur-unsur pop yang mudah diingat oleh para pendengarnya.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Voxxes

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading