Ragam Keindahan dari Mini Album Pablo Cikaso

Buat para pengguna aktif jagat media sosial di Indonesia kemungkinan besar pernah atau sering kali melihat karya-karya dari seorang Pablo Cikaso. Lalu, siapa sebenarnya dia? Pablo Cikaso adalah moniker dari Raka Suryakusumah. Dirinya dikenal berkat kepiawaiannya dalam hal mengaransemen ulang karya-karya musisi yang sudah ada, menjadi bentuk yang sangat berbeda. Bukan mainnya, dia tidak menghilangkan nilai keindahan yang terdapat dari karya tersebut. Bisa kita tengok bagaimana sebuah soundtrack dari sinetron berjudul Tuyul & Mba Yul diubah sedemikian rupa hingga bernuansa psikedelik yang sekilas seperti band asal Australia, yaitu Tame Impala. Juga ada karya-karya dari musisi lokal seperti White Shoes & The Couples Company, The Adams hingga rapper internasional Rich Brian pun juga tak lepas dari tangan dinginnya untuk diaransemen ulang.

Pablo Cikaso adalah sebuah proyek musik yang dibentuk oleh Raka Surya pada tahun 2016. Nama Pablo Cikaso terinspirasi dari seorang seniman kubisme yaitu Pablo Picasso, dan kebetulan pada tahun tersebut sedang bertempat tinggal di daerah Cikaso Bandung. Mini Album pertama yang akan dipublikasikan oleh Pablo Cikaso berjudul Nada di Utara dan memiliki empat jumlah lagu di dalamnya. Aransemen miliknya pun bukanlah sesuatu yang dikerjakan secara main-main. Ada nilai keindahan yang ditampilkan olehnya.

album cover nada di utara - pablo cikaso

“Sebenarnya, Mini Album ini adalah materi lama yang sudah ditulis oleh Pablo Cikaso, namun belum sempat dipublikasikan secara luas. Mini album Nada di Utara ini hanya berisikan musik instrumental, walupun tanpa cerita, saya menyisipkan gambaran tentang suasana melalui nada – nada.” Ucap Raka alias Pablo Cikaso. 

Mini Album ini akan dirilis oleh Ivy League Music yang sebelumnya sempat berkolaborasi bersama Pablo Cikaso dalam project remix lagu dari Mondo Gascaro, dengan mengaransemen ulang salah satu lagu dari album Rajakelana milik Mondo Gascaro  yang berjudul “Dan Bila”. Mini Album Nada Di Utara telah dirilis hari ini (19 Juni 2020) di semua layanan musik dalam jaringan, khususnya kanal Youtube Pablo Cikaso dan Ivy League Music.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Pablo Cikaso

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading