Racun Tersembunyi dari Samartafattu

Ada banyak cara untuk membunuh kebosanan kala pandemi membatasi aktivitas. Salah satu cara yang paling tepat tentu  adalah berkarya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Samartafattu. Trio yang diisi oleh Tania Yesintha (vokal & synth), Pratama Wahya a.k.a Pablo (gitar) dan Andre Tovan (bass & sampler controller) yang dibentuk diakhir tahun 2020 ini lahir karena kebosanannya akan pandemi Covid-19. Untuk mengawali perjalanannya, baru-baru ini (21/1) mereka melepas lagu tunggal bertajuk ‘Ngengat’.

‘Ngengat’ merupakan single yang menggambarkan wanita pengikat dan penggoda yang memiliki racun atau kekuatan tersembunyi dengan keindahannya menaklukan mangsa yang terpikat. Dikemas ke dalam musik New Wave dengan diimbangi sentuhan indie pop macam ornamen modulasi elektronika, lagu ini kurang lebih berpesan bahwa wanita pastilah cantik, seksi, dan sensual dan harus sulit  untuk digapai. Secara eksplisit lagu ini merupakan sebuah peringatan untuk laki-laki genit yang selalu merendahkan wanita.

Setelah melepas karya perdananya ini, dikabarkan  dalam tahun 2021 Samartafattu bakal menyelesaikan debut album pendeknya yang bertajuk “Pataka”. Istilah Pataka sendiri kurang lebih memiki arti ‘Wanita Seksi’ yang berasal dari bahasa Sansakerta India.

“Kata seksi yang dimaksud di sini bukan hanya dari visual tubuh seorang wanita tetapi sikap dan kekuatan hebatnya” terang Samartafuttu

Album pendek ini pula nantinya akan berisikan 4 nomor lagu dengan 4 bahasa yang tak jauh dari bahasa para personil, yakni bahasa Indonesia, Bali, dan Sansakerta.  Menurut Samartafattu, penggunaan bahasa sansakerta sendiri digunakan karena mereka bertiga penganut Hinduism.

Samartafattu mengaku bahwa single perdana ‘Ngengat’ yang berbahasa Indonesia ini merupakan pemancing untuk melanjutkan projek  EP “Pataka”. Beberapa  single yang akan segera rilis diantaranya: Highest Organism & Libido Experience, Bibi Anu, dan  yang terakhir ‘Lalika Jayathi’. Bagaimana bentuk musiknya nanti? Kita nantikan saja.

Sementara Samartafattu sendiri adalah unit yang berasal dari Denpasar, Bali yang mengusung sub genre New Wave Revival dan Dark Elecho Pop. Pengambilan sub genre ini dilatarbelakangi  oleh beberapa referensi musik, diantaranya electronic, indie pop, dan musik-musik alternatif yang datang dari tahun 80-an, 90-an, dan 2000-an yang memasukan vibrasi  futuristik, pop culture, dan perasaan gelap yang dalam. Semisal Pablo yang banyak dipengaruhi oleh band British Pop semacam Pond, Tania yang dipengaruhi oleh musik-musik ballad dan indie pop yang datang dari tahun 90-an seperti Keshi maupun Japanese Breakfast. Sedangkan Andre lebih banyak dipengaruhi oleh musik Post-Punk seperti She Past Away dan Soviet Soviet.

Nama Samartafattu sendiri diambil dari kombinasi bahasa Bali, India, dan Sansakerta yang bisa diartikan “Wong Samar yang Bersembunyi”. Melalui rilisan pers yang kami terima mereka mengatakan tidak ada alasan spesifik kenapa memilih nama ini untuk bandnya.

Kembali ke single ‘Ngengat’, selain dirilis dalam format audio lagu ini pun dikemas ke dalam bentuk video lirik yang saat ini sudah bisa kalian sasikan di channel  YouTube mereka. Sedangkan untuk format audionya bisa kalian dengar di platform Bandcamp.

Teks: Dicki Lukmana

Visual: Arsip dai Sammartafattu

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading