Puzzle-Puzzle Pink Floyd yang Harus Disatukan

Di tahun 2020, Zee Productions (sebuah perusahaan pembuat mainan) merilis beberapa macam rangkaian gambar susun yang menampilkan sampul album dari band Pink Floyd, di bawah divisi mereka yang bernama Rock Saws. Pada peluncuran tersebut, perusahaan asal Inggris yang kerap kali merilis sampul-sampul album band ternama di dunia ini merilis 5 sampul album dari Pink Floyd ke bentuk jigsaw diantaranya adalah album “Ummagumma”, “Wish You Were Here”, “Animals”, “The Division Bell”, “Pulse”, dan “The Later Years”.

“Sudah lebih dari 50 tahun karya seni monumental ini menemani mereka di sepanjang karirnya, dan sebagian besar gambar sampul ini diciptakan oleh sang master yang sudah meninggal dunia di tahun 2013 silam. Dia adalah Storm Thorgerson. Praktis sampul album ini sama berpengaruhnya seperti band itu sendiri.” Terang pihak Zee Productions.

Untuk di tahun 2021 ini, mereka telah mengkonfirmasi bahwa akan hadir rangkaian baru dari 500 potongan teka-teki yang bakal tersedia di situs pembelian pada 12 Maret. Kali ini, Zee Productions akan kembali merilis sampul dari Pink Floyd, diantaranya adalah “Atom Heart Mother”, “A Momentary Lapse Of Reason”, “A Collection Of Great Dance Songs”, “Delicate Sound Of Thunder”, “Echoes”, and “The Endless River”. Semua jenis jigsaw ini – kecuali “Atom Heart Mother” – juga akan dirilis versi eksklusif  yang terdiri dari 1000 kepingan pada hari yang sama.

Saat mengumumkan rilisan jigsaw baru dari Pink Floyd tersebut, Rock Saws berkata: “Mereka bukan sekedar band, mereka adalah seni yang sangat tinggi, mencerminkan keajaiban sebuah band yang akan mengubah arah musik selamanya.”

Sebelumnya di tahun lalu, industri pembuat mainan asal Inggris itu juga memproduksi beberapa sampul album Nirvana sebanyak 500 buah untuk “In Utero” dan 1000 potong untuk “Nevermind”, di mana masing-masingnya berukuran 390 x 390 mm. Adapun harga per puzzlenya adalah 17.99 poundsterling atau setara sekitar Rp 349 ribu. Sedangkan di bulan berikutnya, 10 Oktober, sampul depan beberapa album milik Nirvana lainnya seperti Incesticide, MTV Unplugged in New York, From the Muddy Banks of the Wishkah akan dirilis pula. Puzzle bergambar sampul dari sejumlah album Nirvana ini adalah cara unik Zee Productions di bawah divisi Rock Saw untuk mengabadikan warisan-warisan band yang dibentuk 1987 itu.

Sejak didirikan pada awal 2019 lalu, Rock Saws tak cuma mengeluarkan puzzle seri Nirvana. Setidaknya, sampai saat ini mereka telah menciptakan puzzle yang terinspirasi sampul album dari berbagai band ternama dunia, mulai dari Iron Maiden dan Motorhead hingga Metallica, Rush, Queen, dan Guns N ‘Roses. Bulan lalu saja bahkan mereka memproduksi puzzle untuk delapan album milik grup musik hard rock berkebangsaan Australia AC/DC, dan perilisannya juga dirilis bersamaan dengan puzzle untuk Nirvana di bulan September kemarin.

Jadi, siapkan uangmu untuk jajan rock berikutnya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Zee Productions

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading