Hengkang dari Payung Teduh rupanya tidak membuat pria dengan nama asli Mohammad Istiqamah Djamad menghentikan keseriusannya dalam bermusik. Dengan menggunakan nama Pusakata, ia telah meluncurkan sebuah album penuh perdananya yang bertajuk Dua Buku pada 30 Juli 2019 lalu.

Sebelumnya, Pusakata telah merilis empat single, yakni Cemas, Kehabisan Kata, Jalan Pulang, lalu Kumpul Famili dan Teman. Kali ini ia kembali memperkenalkan lebih dalam tentang lagu “Kita” yang merupakan salah satu nomor dari album Dua Buku.

Secara tema, lagu Kita adalah kelanjutan kisah dari lagu Di Atas Meja, yang merupakan salah satu karyanya terdahulu. “Di Atas Meja itu fase berat. Fase berikutnya adalah upaya untuk lepas dari kungkungan kebosanan, datarnya emosi, dan gelapnya suasana hati kala itu,” ungkapnya.

“Kita adalah sebuah pengakuan, sebuah perenungan diri akan hidup yang sangat dan akan selalu melenakan. Kita adalah lagu yang berisi cerita tentang menemukan diri dalam cinta yang apa adanya, di saat bersamaan menemukan diri yang selalu terbius godaan dan hal duniawi lainnya. Kita berisi sebuah momen tulus dalam menyampaikan rindu yang terlalu gengsi untuk terucap, terlebih mungkin karena enggan atau mungkin lupa untuk berbicara dan bermanja dengan kekasih sejati. Tapi sungguh rindu itu masih selalu muda dan hadir di tiap senja dan di ujung malam menuju pagi yang dingin.” Terang Pusakata lebih lanjut mengenai lagu Kita.

Melalui single “Kita”, ia memiliki harapan agar semua pendengarnya bisa selalu ingat bahwa akan ada orang-orang yang selalu sayang dan rindu terhadap diri masing-masing, hanya saja mereka sulit mengungkapkannya. Untuk itu, tidak perlu ragu untuk mengutarakannya terlebih dahulu.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Pusakata