Proyek Solo Corey Taylor yang Menghadirkan Ragam Warna

Menyusul dengan rilisnya dua single “CMFT Must Be Stop” dan “Black Eyes Blue” yang diambil dari debut album solonya yang akan dirilis segara, Corey Taylor mengatakan bahwa di album debut solonya tersebut, dia banyak memasukkan pengaruh musikal dari berbagai jenis musik yang ada. Dalam rencananya, vokalis dari Slipknot dan juga Stone Sour ini akan memasukkan 13 lagu ke dalam satu album, dan dia memberikan sebuah catatan penting di album tersebut bahwa 99 persen dari apa yang akan disajikan, adalah hasil pengkaryaannya yang benar-benar berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. Sebagai tambahan, album ini dikerjakannya selama masa swakarantina.

“Semua lagu yang akan hadir di album solo ini adalah apa yang telah saya tulis selama bertahun-tahun, tetapi semua materi ini ternyata tidak terlalu cocok dengan kedua band yang saya miliki. Tetapi karena materi itu adalah hal-hal yang saya sukai, dan akhirnya materi tersebut akan saya rilis ke dalam debut album solo nanti. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Lalu dalam proses produksi, saya dan tim banyak membuang banyak hal yang mengganggu, hal ini sering kali banyak dipakai oleh band-band di luar sana. Di sini kami benar-benar merekam dan menciptakan sesuatu yang unik. Dan tunggu saja kejutan yang akan hadir.” Ujar Taylor.

Tentu saja, dengan adanya wabah Covid-19, dirinya pun dengan terpaksa menunda rencana tur yang ada di tahun ini. Sang vokalis ini tahu bahwa perhatiannya akan tertuju pada Slipknot di tahun 2021 mendatang, karena raksasa metal dari Iowa tersebut akan menghentak banyak panggung di tahun tersebut. Atas dasar itulah dirinya berkeras untuk segera merilis debut album solonya di Oktober tahun ini. Untuk album ini, Corey Taylor benar-benar bereksplorasi, dan menjunjung asas “genre is dead” untuk album ini. Dia pun mengatakan bahwa Slipknot adalah salah satu band pertama yang mencoba untuk menggabungkan banyak campuran dari genre-genre yang berbeda ke dalam musik mereka. Album solonya ini akan menjadi perpaduan antara berbagai genre yang sangat indah, dan diamenggambarkannya sebagai sebuah hal yang sangat futuristik.

“Aku merasa Slipknot adalah salah satu band pertama yang benar-benar mendorong seluruh gerakan itu. Semua orang mencoba untuk mengkategorikan kita ke dalam nu-metal hanya karena pada saat pertama kami keluar yang mencampurkan musik metal dengan hip-hop. Tetapi sebenarnya ada lebih banyak hardcore punk, dan grindcore, dan thrash. Maksudku, kita mungkin benar-benar band pertama yang mengambil semua genre dan elemen berbeda dan memasukkannya ke ruang rekaman, kemudian menggilingnya, dan menekuknya sesuai keinginan kita. Maksudku, bahkan ada getaran tipe gothic yang dalam di dua album pertama. Saya benar-benar merasa seperti kami adalah salah satu leluhur dari gerakan itu.” Tutur Taylor.

Kabar menarik lainnya, di album ini akan hadir banyak kolaborator yang tentunya semua adalah teman dan rekan bandnya. Mereka adalah Christian Martucci  (gitar), Zach Throne (gitar), Jason Christopher (bass), dan Dustin Robert (drums). Dan ada juga Jay Ruston dari Hideout Studios Las Vegas yang didapuk sebagai produsernya. CMFT sendiri akan keluar pada 2 Oktober mendatang melalui Roadrunner Records, dan tersedia untuk dipesan melalui link di sini. Lihatlah dua single baru Corey – CMFT Must Be Stop dan Black Eyes Blue – di bawah ini.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip coreytaylor.lnk.

Perjalanan Samanta Mengukir Momentum

Menuju penghujung tahun 2022, Angular//Momentum memberi persembahan sebuah rilisan album terbaru dari unit post-rock yang berada di dalam lingkarannya. Adalah Samanta yang merilis debut dengan nama serupa, “Samanta”, pada 26...

Keep Reading

Pesan Teddy Adhitya Dalam Ocean

Jika ingin mengenal sosok Teddy Adhitya, bisa dibilang ia adalah seorang storyteller, penyanyi, penulis lagu, produser musik, dan pengembara yang sudah melakukan petualangan bermusiknya sejak tahun 2008 silam. Di tahun...

Keep Reading

Isyana Sarasvati Untuk New York Fashion Week

Salah satu solois fenomenal tanah air, Isyana Sarasvati, diundang untuk menghadiri salah satu acara paling bergengsi tahun ini di New York, Vogue World (12/09). Merayakan ulang tahunnya yang ke 130,...

Keep Reading

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading