Protes Para Aktivis Lingkungan di Paris Fashion Week

Dunia fesyen selalu menarik untuk terus dikulik. Macam gelombang yang tak berujung, fesyen selalu menawarkan hal baru setiap harinya. Di setiap belahan dunia, tiap orang memiliki gayanya sendiri, dan di setiap belahan itu pula industri fesyen terus bergerak maju. Namun di balik itu semua ternyata industri fesyen punya dampak buruk bagi lingkungan.

Baru-baru ini, beberapa aktivis lingkungan melakukan protes yang cukup nyeleneh. Aktivis lingkungan tersebut naik ke atas catwalk dalam peragaan busana Louis Vuitton di perhelatan Paris Fashion Week, Selasa (5/10), untuk mengecam pengaruh industri fesyen pada lingkungan hidup.

Sambil menenteng spanduk bertuliskan “Overconsumption = extinction,” salah satu demonstran bernama Marie Cohuet berjalan layaknya model dalam peragaan busana di Louis Vuitton tersebut.

Marie Cohuet, berjalan di sepanjang catwalk dan bahkan berpose selama beberapa detik di depan kamera sebelum penjaga keamanan mengusirnya. Ada pula beberapa demonstran yang mencoba untuk berjalan di atas catwalk namun lebih dulu dihadang oleh pihak keamanan. Salah satunya adalah seorang pria yang membawa spanduk bertuliskan “No Fashion on a Dead Planet”.

Di luar area catwalk, sekitar 30 aktivis dari tiga organisasi lingkungan, termasuk kelompok Extinction Rebellion, Friends of the Earth, dan Youth for Climate, menggelar pertunjukan alternatif dengan mengenakan masker gas. Tentu hal ini juga merupakan bentuk protes yang dilakukan oleh mereka.

Dilansir dari The New York Times, Cohuet mengatakan para penjaga mengambil spanduknya dan mengeluarkannya melalui pintu yang terbuka ke Rue de Rivoli. Dua aktivis yang menemaninya, katanya, ditangkap dan mendekam selama semalam di tahanan polisi, namun akhirnya mereka bebas dan kasusnya diberhentikan.

Sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertunjukan oleh kantor Extinction Rebellion and Youth for Climate Prancis dan oleh Les Amis de la Terre, atau Friends of the Earth, mengecam dampak lingkungan dan sosial dari industri mode dan meminta pemerintah Prancis untuk memberlakukan pemangkasan di industri tekstik dalam tingkat produksi setelah adanya temuan sebanyak 42 potong pakaian terjual per satu penduduk Prancis pada 2019.

“Sementara IPCC memberi masyarakat internasional 10 tahun untuk mengurangi separuh emisinya untuk menghindari yang terburuk, industri fashion menolak untuk mengambil tindakan serius. Ini mewakili hingga 8,5% dari emisi gas rumah kaca global, dan lebih dari 30 juta ton CO2 diimpor ke Prancis setiap tahun. Tekstil juga menggunakan 11% dari pestisida yang dikonsumsi di dunia dan menyebabkan 20% pencemaran saluran air” tulis Extinction Rebellion and Youth for Climate dan Friends of the Earth dalam keterangan resminya.

Para aktivis yang terlibat dalam aksi protes tersebut juga menuntut presiden Prancis, Emmanuel Macron, agar bersikap tegas dalam implementasi perubahan iklim.

“Emmanuel Macron sangat baik dalam mengorganisir KTT iklim utama, tetapi dalam kenyataannya dia melayani di atas semua kepentingan perusahaan besar Prancis, dan khususnya kepentingan LVMH. Kami tidak tertipu dan meminta tindakan tegas dan cepat!” pungkas Friends of the Earth secara tegas.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Perjalanan Samanta Mengukir Momentum

Menuju penghujung tahun 2022, Angular//Momentum memberi persembahan sebuah rilisan album terbaru dari unit post-rock yang berada di dalam lingkarannya. Adalah Samanta yang merilis debut dengan nama serupa, “Samanta”, pada 26...

Keep Reading

Pesan Teddy Adhitya Dalam Ocean

Jika ingin mengenal sosok Teddy Adhitya, bisa dibilang ia adalah seorang storyteller, penyanyi, penulis lagu, produser musik, dan pengembara yang sudah melakukan petualangan bermusiknya sejak tahun 2008 silam. Di tahun...

Keep Reading

Isyana Sarasvati Untuk New York Fashion Week

Salah satu solois fenomenal tanah air, Isyana Sarasvati, diundang untuk menghadiri salah satu acara paling bergengsi tahun ini di New York, Vogue World (12/09). Merayakan ulang tahunnya yang ke 130,...

Keep Reading

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading