Playfest Virtual Art Gallery Kembali Hadir dengan Sajian Berbeda

Wabah yang sudah berlangsung selama 1 tahun lebih ini cukup berdampak bagi ekosistem kreatif. Banyak dari kita sangat terpukul dengan adanya wabah ini, tak terkecuali para penggiat seni. Mulai dari musisi yang kesulitan mencari panggung sampai seniman lainnya yang kesulitan melakukan pameran secara luring karena banyak dari galeri belum beroperasional secara maksimal. Di balik semua kesulitan itu berbagai upaya pun sudah banyak dilakukan, salah satunya adalah memindahkan semuanya ke dunia virtual  untuk menjawab kondisi saat ini, begitu pun PLAYFEST yang kembali hadir untuk menjawab tantangan yang ada.

Tahun ini PLAYFEST bersama Siasat Partikelir dan UVISUAL kembali menciptakan sebuah ART GALLERY dengan format 360º Virtual Exhibition. Berbeda dengan tahun sebelumnya, PLAYFEST tahun ini akan menjadi wadah untuk para seniman lintas disiplin, tak hanya untuk seniman visual saja namun terbuka lebar untuk seniman audio dan audio visual. PLAYFEST Virtual Art Gallery 2021 juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman apresiasi yang berbeda. Kali ini PLAYFEST Virtual Art Gallery mengundang para pelaku NFT Art untuk berkontribusi memamerkan karyanya. Dengan mengusung visi “Learn-Connect-Colaboraction”, PLAYFEST 2021 berharap publik mendapatkan gambaran besar tentang perkembangan seni digital paling mutakhir. Juga merangsang aktualisasi gagasan menjadi produk kreatif yang siap berkolaborasi dan terkoneksi dengan medan seninya. Pameran ini akan menampilkan karya-karya seniman terpilih yang merepresentasikan esensi dari ‘aura’ seni (dalam konteks pameran virtual).

Spesifikasi karya untuk PLAYFEST 2021 Art Gallery ini adalah sebagai berikut:

1. Karya 2 Dimensi & 3 Dimensi: Sisi minimum 500px, sisi maksimum 1000px (karya digital dalam format 2D), maksimal ukuran file 5MB.
2. Karya Video: Output format MP4, maksimal durasi 1 menit, resolusi minimal 360p, maksimal 1080p, maksimal ukuran file 30MB.
3. Karya Audio: Output format Mp3, Maksimal durasi 1 menit, maksimal ukuran file 5MB, menyertakan gambar cover audio dengan ketentuan Poin 1.
4. Karya merupakan pilihan dari poin 1, 2, atau 3, dengan mengusung visi yang sejalan dengan tema kurasi Art Gallery PLAYFEST (Klik di sini untuk Kuratorial).
5. Karya tidak mengandung unsur plagiarisme, diperkuat dengan pengisian pakta integritas.
6. Karya yang dibuat tidak mengandung unsur SARA dan berpotensi menuai konflik.
7. Karya yang dibuat tidak mengandung unsur promosi produk/merk apapun.
8. Karya yang dikirim belum pernah dan atau sedang dipamerkan pada event lain.
9. Karya yang dikirimkan diharap tidak ditampilkan pada media sosial (Instagram, Facebook, Twitter) selama proses seleksi dan pameran PLAYFEST berlangsung.
10. Karya belum pernah di-listing di NFT Platform (Hak cipta akan tetap dipegang sepenuhnya oleh creator dan untuk proses minting akan tetap dilakukan oleh pihak creator).

Submission akan berlangsung dari 15 September – 6 Oktober 2021. Silahkan mengisi form di bawah. Mari Bergabung dan sampai jumpa di PLAYFEST 2021 Art Gallery.
Narahubung: 082166372822 (Adel)

Segera Submit karyamu dengan klik di sini

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading