Pijakan Ikkubaru yang Baru

Pasca dilepasnya album Amusement Park 6 tahun lalu, kini Ikkubaru kembali lagi dengan album kedua bertajuk Chords & Melodies. Band dengan awak Muhammad Iqbal (vokal, keyboard dan gitar), Rizki Firdausahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum) ini melepasnya di beberapa layanan musik streaming tepat di hari Valentine, yaitu 14 Februari 2020.

Pada albumnya kali ini, Ikkubaru mencoba mengesampingkan label unit city pop yang selama ini melekat. Sebagai gantinya kini mereka bermain di muara-muara pop dreamy yang lebih sintetis. Pada bagian liriknya, tema tentang cinta dirajut ulang dengan cerita yang lebih mengarah pada kegelisan-kegelisahan manusia.

“Belakangan ini begitu banyak jenis lagu yang kami dengar. Hal ini juga menghasilkan dorongan yang membuat kami ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah kami buat sebelumnya. Termasuk menulis lagu dengan pendekatan lirik Bahasa Indonesia yang jauh lebih banyak di banding rilisan-rilisan kami terdahulu,” ungkap Muhammad Iqbal selaku frontman sekaligus penulis lagu dan produser album tentang alasannya mengapa ikkubaru mengubah gaya bermusik.

“Bisa dibilang kami terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para pendahulu dari tanah Britania. Usungan genre macam dream pop, shoegaze dan sebagainya sangat sering mereka leburkan dengan tema manusia, kegelisahannya dan lainnya, dan tidak ada salahnya kami bermain di pusaran itu,” tambahnya lagi.

Secara deskripsi, Chords & Melodies adalah kumpulan karya dengan serapan banyak latar belakang musik; manifestasi bebunyian dreamy bergaya vibe, funk, sophisticated-pop hingga layer-layer synthesizer yang mengiris kadar new jack swing dengan pijakan-pijakan lantai dansa era 80-an.

“Pada intinya, dengan album ini kami mencoba lebih menyampaikan makna kekaryaan yang kontemplatif dan spiritual, setali tiga uang dengan judulnya “Chords & Melodies” yang bila diartikan bagaikan Jiwa dan Raga. Bagi kami, keduanya tidak bisa dipisahkan, karena kita adalah manusia,” tukas Muhammad Iqbal.

Sama seperti 4 single terdahulunya, album Chords & Melodies ini pun dirilis secara digital oleh net-label asal California, Amerika, Circulate Music. Sedangkan untuk divisi cover artwork Chords & Melodies ini dibuat oleh M.M Hadi (STRGZ), salah satu illustrator asal Bandung yang juga mengerjakan cover album pertama ikkubaru, Amusement Park.

Versi fisik berupa cakram padat dari album Chords & Melodies juga akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Teks: Rizki Firmanysah
Visual: Arsip Ikkubaru

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading