Phaidon Terbitkan Buku Spesial Tentang KAWS

Selalu saja ada hal  baru yang dihadirkan oleh seniman asal Amerika Serikat yang satu ini. KAWS moniker dari Brian Donnelly, pada 26 Februari ini akan menggelar sebuah pameran bertajuk “WHAT PARTY” yang akan diselenggarakan di Brooklyn Museum. Pameran besar ini setidaknya akan menyoroti beragam karya KAWS yang meliputi gambar grafiti dan buku catatan yang langka, lukisan, barang koleksi, furnitur, dan sebuah  instalasi besar dari karakter ikoniknya yang terkenal, COMPANION.

Masih dalam rangkaian pameran tersebut, sebuah  penerbit buku kenamaan, Phaidon, telah melakukan kerjasama dengan Brooklyn Museum untuk meluncurkan buku berjudul “KAWS WHAT PARTY” yang mencatat karier KAWS dari awal perjalanannya sebagai seniman gaffiti hingga pelbagai terobosannya di ranah seni kontemporer global. Selain menampilkan beragam karya KAWS, buku tersebut juga akan diisi dengan tulisan esai yang dikerjakan oleh kurator seni kontemporer Museum Brooklyn, Eugenie Tsai, bersama kurator seni ternama asal Swedia, Daniel Birnbaum.

“Menggambar dari tradisi Pop dan Neo-Pop, karya KAWS melintasi garis antara seni rupa dan budaya populer, melintasi media lukisan, patung, dan seni grafis, bersama dengan mode, merchandise, dan mainan vinil,” tulis MoMa dalam deskripsi buku. “Buku ini, yang dibuat dalam kolaborasi erat dengan seniman, menangkap bakatnya yang menarik yang belum pernah ada sebelumnya, menampilkan karya dari seluruh kariernya dan mengeksplorasi kemampuan uniknya untuk membentuk kembali cara kita berpikir tentang seni dan budaya kontemporer saat ini” lanjutnya

Buku yang dicetak dalam jumlah terbatas tersebut bakal diluncurkan ke dalam bentuk hardcover dengan empat edisi sampul berbeda: merah muda, hitam, kuning dan oranye. Untuk menyambut pameran “WHAT PARTY”, buku tersebut kini sudah tersedia dan bisa dipesan di situs web MoMA Design Store dengan masing-masing buku seharga $ 59,95 USD atau setara Rp. 979,425 dan akan dikirimkan pada Juni 2021 mendatang.

KAWS sendiri memulai karirnya sebagai seniman visual saat dirinya masih remaja, di mana kehidupannya kala itu selalu berkutat dengan transportasi kereta antara New Jersey ke New York. Dari kegiatan itu, dirinya hanya mengeluarkan biaya sebesar 1 dollar. Lalu, dirinya kemudian seringkali menuliskan nama KAWS di berbagai tempat yang dia temui di jalanan. Kemudian menggunakan karakter yang terinspirasi dari Mickey Mouse, namun memiliki mata berbentuk X yang melambangkan tengkorak. Karya KAWS memiliki pengaruh yang kuat dalam budaya visual kontemporer, dan sangat diminati di Eropa, Amerika, dan Jepang. Didirikan pada tahun 2003, AllRightsReserved (ARR) adalah studio kreatif yang berbasis di Hong Kong. ARR memulai kemitraan jangka panjangnya dengan seniman kontemporer Amerika tersebut sejak KAWS: PASSING THROUGH pada tahun 2010, dan berlanjut ke KAWS:HOLIDAY-the giant inflatable sculpture COMPANION, dipamerkan dalam berbagai pose santai di berbagai lokasi, termasuk Korea (Juli 2018 ), Taipei (2019) Januari), Hong Kong (Maret 2019) dan Jepang (Juli 2019).

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari MoMa Design Store

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading