Petunjuk Baru tentang Purwokerto: Space Cubs

Di tengah majemuknya karakter kota di Jawa Tengah, Purwokerto menyeruak dengan kabar baru tentang scene musik yang selalu senang menyambut informasi baru dan bertandangnya band dari luar kota ke halaman rumah mereka. Dari segala macam interaksi yang terjadi, kisah tentang Space Cubs perlu ditarik keluar dan dikabarkan pada publik yang lebih luas.

Space Cubs merupakan kisah lanjutan dari Willy Wonka, band Purwokerto yang ceritanya harus berhenti karena isu perbedaan visi. Dari beberapa orang personil band itu, yang bertahan hanya tinggal Sofyan Bisir dan Amirul Syahrul. Dulu, Willy Wonka pernah berpartisipasi di Radio of Rock Tour 2016 yang mampir di Purwokerto. Mereka bermain bersama Sangkakala, Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric dan White Shoes and the Couples Company.

Duo ini melanjutkan perjalanan musik mereka dan kemudian merilis EP berjudul Frame by Frame pada Mei 2018 yang lalu.

“EP itu buatnya sebenarnya hanya tiga bulan. Kita menyelesaikan EP di akhir 2017 dan launching tahun 2018, tepatnya 4 Mei 2018. Makan waktu lama untuk merilisnya karena kesibukan kami berdua dan menunggu pengerjaan video Golden Move. Bukan karena masalah teknis dan sebagainya,” kata Sofyan membuka cerita.

Frame by Frame berisi tiga lagu dan telah tersedia di sejumlah kanal musik digital.

“Kami datang dari kota yang sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Bisa dikatakan angka stressnya 0.001% di sini,” sambung Sofyan setengah bercanda.

Purworkerto, di peta musik Indonesia, belum punya banyak jejak. Kota itu tenang, kecil dan tersambung dengan Banjarnegara dan Banyumas. Jika ada acara musik berskala besar, bisa jadi penontonnya akan datang dari kota-kota samping mereka. Di level independen, ada banyak orang yang melakukan hal-hal yang mereka suka. Salah satunya ya, Space Cubs ini.

“Bermusik di Purwokerto gampang kalau memang hanya ingin main musik saja. Bahkan lebih mudah daripada kota besar. Kalian bisa menemukan studio bagus dengan harga yang sangat murah untuk latihan. Kalian juga bisa menemukan tempat rekaman yang juga murah. Yang sulit adalah bagaimana media di luar kota kami bisa melirik Purwokerto. Itulah mungkin yang membuat kota ini stuck,” terangnya lagi.

Padahal, pelakunya banyak. Ada sejumlah nama komunitas seperti Heartcorner Collective yang juga punya Heartcorner Records, Jahiliyeah Collective, Ruang Kerja Kreatif, Banyumas Kreatif dan sejumlah nama lainnya. “Kami juga punya banyak anak kampus di Purwokerto,” imbuh Sofyan.

“Tapi itu juga yang membuat Purwokerto bisa dibilang musiman. Terkadang ramai gigs, kadang sepi juga,” lanjutnya sembari menerangkan ketidakstablian frekuensi dalam kegiatan atas nama musik di kotanya.

Kondisi itu, tidak membuat Space Cubs berhenti. “EP itu tujuannya hanya untuk perkenalan awal. Kita cuma ingin menunjukkan kalau kita band yang memang aktif bermusik dan punya progress. Kami juga sedang merencanakan untuk merilis EP baru dalam beberapa bulan ke depan,” kata Sofyan menjelaskan rencana bandnya. “Isinya lima lagu, lebih fresh dan berkonsep.”

Ini awalan. Semoga panjang terus cerita di depan. Yang jelas, sekarang bertambah lagi informasi tentang Purwokerto untuk kita semua. Makin ada alasan untuk dikorek lebih lanjut, kan? (*)

Teks: Felix Dass
Foto: Dok. Space Cubs

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading