Petra Sihombing: Bermalas-malasan Itu Penting!

Petra Joshua Sihombing adalah seorang penyanyi-penulis lagu multi-instrumentalis, dan juga produser musik yang terkenal akan tangan dinginnya dalam meramu dan menghasilkan bebunyian. Dalam catatan terkini, dirinya saat ini memproduseri beberapa teman musisi lainnya seperti Tulus, Hindia, Sivia Azizah, Kunto Aji, Ben Sihombing, Coldiac , Diastika hingga yang paling baru saja mengeluarkan sebuah album perdana adalah Nadin Amizah. Di banyaknya kerja dan kesibukan, dirinya selalu berusaha untuk terus menciptakan karya bagi solo karirnya. Hal itu dibuktikannya dengan merilis beberapa single baru secara terus menerus hingga kini.

Saat ini Petra sedang dalam proses produksi album terbaru yang bila tidak ada halangan akan segera dirilis di 2020. Semua lagu yang akan hadir di album terbaru Petra akan dirilis secara berkala di setiap bulannya pada tanggal 23. ‘gw pengen menjadi lebih konsisten, dan resolusi di tahun 2020 ini untuk 10 bulan ke depan gue akan rilis lagu setiap bulannya, setiap tanggal 23.  Dan tepat di tanggal 23 Mei kemarin, dia bersama Pamungkas merilis sebuah single berjudul “Manusia Kasur”.

cover album single petra sihombing manusia kasur

“Manusia Kasur” menjadi rilisan kelimanya di tahun ini, dan ini adalah kali pertamanya berkolaborasi dengan Pamungkas. Alasan utama kenapa dia mengajak sosok Pam adalah karena dia sangat suka dengan energi yang dimiliki oleh Pamungkas, termasuk karya-karya yang dirilisnya. “Gue dari awal ketemu Pam suka banget sama energinya. Mungkin secara karya gue nggak merasa ada kesamaan, tapi gue suka lagu-lagu yang dia rilis. Gue sempet cerita tentang Semenjak Internet, dan dia ngirim gue voice note Manusia Kasur. Gue saat itu merasa tepat ini ada di album gue.” Tuturnya menjelaskan.

Menurutnya lagu “Manusia Kasur” adalah single termalas yang pernah dibuatnya. Alasannya pun cukup sederhana, malas-malasan adalah bagian dari kehidupan. Produktifitas dalam bekerja dan berkarya sejak dulu selalu diidentikkan dengan sebuah kompetisi. Lalu, di masa wabah seperti ini, dirinya menemukan suatu khasiat dari bermalasan. Petra mengakui bisa lebih segar dalam mengerjakan berbagai proyek setelah sebelumnya telah merasakan liburan singkat dengan hanya bermain game selama 9 jam sehari selama satu bulan. ” Tidur aja nggapapa kok. Produktifitas dari dulu sampe pandemi tetep bukan kompetisi. Sebulan awal pandemi, gue main game 9 jam sehari selama sebulan non-stop. Rasanya kaya liburan yang gue butuh. Seneng banget. Abis itu bikin musik lagi rasanya jadi seger. Jadi Manusia Kasur sebentar itu nggakpapa banget, malah harus.” Terangnya lagi.

Semenjak masa pandemi ini, Petra mengadakan sesi temu penggemar melalui video call, ceritakan bagaimana rasanya menjalani pola komunikasi yang baru dengan mereka? Gue seneng sih. Salah satu hal baik yang bisa kita lakukan lewat internet. Semoga bisa ketemu lagi tapi, tetep beda rasanya ketemu beneran. Besar harapan dari Petra agar single terbaru ini bisa disukai oleh banyak orang di luar sana.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Petra Sihombing

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading